<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Refleksi Tauhid</title>
	<atom:link href="http://bud1prasety0.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bud1prasety0.wordpress.com</link>
	<description>Tegakkan Tauhid Runtuhkan Syirik</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Mar 2011 23:54:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bud1prasety0.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d4e8326cdee101fbff464f0a4dc4e25b?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Refleksi Tauhid</title>
		<link>http://bud1prasety0.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bud1prasety0.wordpress.com/osd.xml" title="Refleksi Tauhid" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bud1prasety0.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Shalat Ghaib</title>
		<link>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/12/07/shalat-ghaib/</link>
		<comments>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/12/07/shalat-ghaib/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2010 07:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat ghaib]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jenazah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bud1prasety0.wordpress.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا Dari hadits Abu Hurairah &#8211; radhiyallaahu ‘anhu – Bahwa Rasulullah &#8211; shallallaahu ‘alaihi wa sallam -mengumumkan kematian Najasyi (Raja negeri Habasyah) &#8211; rahimahullaahu ta’aalaa &#8211; pada hari beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=552&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;"><strong><span style="color:#006400;">عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا</span></strong></span></p>
<p style="text-align:center;">Dari hadits Abu Hurairah &#8211; radhiyallaahu ‘anhu – Bahwa Rasulullah &#8211; shallallaahu ‘alaihi wa sallam -mengumumkan kematian Najasyi (Raja negeri Habasyah) &#8211; rahimahullaahu ta’aalaa &#8211; pada hari beliau meninggal maka beliau keluar ke Mushalla (tanah lapang untuk tempat shalat) bersama para shahabat, lalu Rasulullah &#8211; shallallaahu ‘alaihi wa sallam – membariskan mereka dan beliau (shalat dengan) bertakbir empat kali.</p>
</blockquote>
<p><span id="more-552"></span></p>
<p><strong>Berita Kematian</strong></p>
<p>Di Indonesia berita kematian biasa dinamakan lelayu. Dalam bahasa Arab, disebut dengan an-na’yu. Kata na’a di dalam hadis ini bentuk mashdarnya na’yu, artinya memberitakan kematian.</p>
<p>Tindakan Rasulullah saw memberitakan kematian Najasyi kepada para shahabat, merupakan Sunnah Fi’liyah. Yaitu sunnah yang berupa tindakan Rasulullah saw. Dan dengan adanya tindakan ini menunjukkan bahwa memberitakan kematian seseorang itu boleh (mubah).</p>
<p><strong>Siapakah Najasyi?</strong></p>
<p>Najasyi sesungguhnya adalah gelar raja di Ethiopia. Kalau di Yogyakarta sama dengan Sri Sultan Hamengkubuwono. Nama ini adalah nama gelar, sedang nama asli najasyi disebut di dalam beberapa riwayat adalah Ash-hamah.</p>
<p>Raja inilah yang menyambut baik para shahabat ketika datang ke Ethiopia untuk menyelamatkan iman mereka. Dia seorang raja yang bijak. Bahkan raja ini telah beriman kepada Rasulullah saw dan ajaran yang dibawanya. Tetapi masih menyembunyikan keimanannya dari masyarakat Habsyah (Ethiopia).</p>
<p><strong>Shalat Ghaib</strong></p>
<p>Hadis ini, juga memberikan pelajaran kepada kita bahwa shalat jenazah secara ghaib itu boleh. Namun dalam masalah ini para ulama’ berbeda pendapat. Banyak perbedaan pendapat dalam masalah ini, Imam ash-Shon&#8217;ani di dalam kitab Subulussalam menyebutkan, di antaranya adalah;</p>
<p>1- Disyariatkan secara mutlak, sebagaimana pendapat Imam Syafi’I dan Imam Ahmad. Bahkan Ibnu Hazm mengatakan, tentang kebolehan ini tidak ada perbedaan pendapat di kalangan salaf (shahabat dan tabi’in)</p>
<p>2- Melarang shalat ghaib secara mutlak, sebagaimana dikatakan oleh Imam Hanafi dan Imam Malik, kecuali untuk Rasulullah saw</p>
<p>3- Boleh, apabila masih pada hari kematiannya, atau tidak berselang lama dari hari kematiannya.</p>
<p>4- Boleh, kalau posisi mayat ada di arah qiblat.</p>
<p>5- Boleh untuk orang yang dikenali keshalihannya dan memiliki peranan yang besar di dalam perjuangan umat Islam, sebagaimana diriwayatkan telah dikatakan oleh syaikh Bin Baz.</p>
<p>6- Shalat ghaib itu disyari’atkan untuk mayat yang meninggal di negeri kufur, sehingga tidak ada orang yang menyalatkan di sana.</p>
<p>Dari sekian pendapat, tentu ada pendapat yang kuat (rajih) dan ada yang lemah. Pendapat yang kuat itulah yang harus kita ambil, dan pendapat yang lemah menjadi wacana bagi kita.</p>
<p>Sebelum melakukan kajian untuk mencari pendapat yang kuat perlu diketahui bahwa hadis yang sah tentang pelaksanaan shalat ghaib hanya hadis ini. Memang ada yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw selama hayatnya telah melakukan shalat ghaib empat kali, yaitu shalat untuk raja Najasyi, Mu’awiyah bin Mu’awiyah, Zaid bin Haritsah dan Ja’far bin Abu Thalib. Namun riwayat tersebut dla’if, sebagaimana dijelaskan di dalam kitab ‘Aunul Ma’bud secara panjang lebar. Karena hadis tersebut dla’if, maka tidak bisa dijadikan dasar hukum di dalam fiqh. Sehingga yang menjadi pegangan dalam masalah shalat ghaib hanya hadis ini.</p>
<p><strong>Analisa terhadap pendapat pertama</strong>; di masa Rasulullah saw banyak kaum muslimin yang meninggal di luar kota Madinah, tetapi Rasulullah saw tidak sekali pun melakukan shalat ghaib. Sebabnya, adalah karena mereka telah dishalatkan. Demikian juga khulafa’ Rasyidun juga tidak pernah melakukan shalat ghaib, dan ketika mereka wafat pun tidak ada riwayat yang menyebutkan kaum muslimin melakukan shalat ghaib. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan persoalan shalat ghaib dalam Kitab Zadul Ma’ad, “Bukan petunjuk dan sunnah Rasululloh saw untuk mengerjakan shalat ghaib bagi setiap orang yang meninggal dunia. Sebab, cukup banyak kaum muslimin yang meninggal dunia sedangkan mereka jauh dari Rasulullah saw, namun beliau tidak menyalatkan mereka dengan shalat ghaib. Ibnu at-Turkmani berkata di dalam al-Jauhar an-Naqiy, “Tidak ada riwayat, beliau saw melakukan shalat ghaib terhadap para shahabatnya, demikian juga tidak ada riwayat yang menyebutkan para khulafa’ menyalatkan orang-orang yang meninggal dengan shalat ghaib”</p>
<p><strong>Analisa pendapat kedua</strong>; Jika telah shahih riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw shalat ghaib bersama para shahabat, maka hal ini tentu shalat ghaib bukan khusus untuk Rasulullah saja. Kalau seandainya khusus untuk beliau, pasti para shahabat yang hendak ikut shalat ghaib dilarang mengikutinya. Selain itu, semua tindakan Nabi saw, adalah mejadi teladan bagi ummatnya, sebagaimana firman Allah</p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;"><span style="color:#006400;">لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا</span></span></p>
<p>Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (al-Ahzab:21)</p>
<p>Maka, sunnah Rasulullah saw tersebut tetap bisa dilaksanakan oleh kaum muslimin hingga akhir zaman, bukan untuk Rasulullah saw semata.</p>
<p><strong>Analisa pendapat ketiga</strong>; Di dalam hadis ini dan juga ada di hadis yang lain yang mempersyaratkan shalat ghaib harus dilakukan dalam hari kemaiannya, atau ditolerir untuk beberapa hari setelah hari kematiannya.</p>
<p><strong>Analisa pendapat keempat</strong>; Tidak ada petunjuk yang dapat dipertanggung jawabkan dalam masalah pelaksanaan shalat ghaib yang dilakukan oleh Rasulullah saw dengan alasan pada pendapat ini. Mengenai posisi Habsyah (Ethiopia) yang berada di sebelah selatan kota Madinah, sama dengan posisi kota Makkah juga berada di sebelah selatan Madinah, adalah faktor kebetulan. Pelaksanaan shalat ghaib tidak mempersyaratkan mayat berada di arah yang sama dengan arah kiblat.</p>
<p><strong>Analisa pendapat kelima</strong>; Pendapat ini diambil dari hadis tersebut di atas dengan memperhatikan kedudukan Najasyi sebagai seorang yang dikenal adil dan juga menjabat sebagai kepala Negara. Syaikh Abdul Aziz bin Baz, di dalam Majmu’ al-Fatawanya berkata: “Jika yang wafat adalah seorang pemimpin yang bijaksana dan baik, maka penguasa pada saat itu boleh menyolatkan shalat ghaib terhadapnya dan dia diperintahkan untuk menyolatkannya…..demikian juga terhadap ulama’ yang menegakkan kebenaran dan para da’i yang mengajak kepada kebaikan maka mereka boleh disholatkan dengan shalat ghaib. Maka yang demikian merupakan perkara yang baik sebagaiman Nabi saw telah menyolatkan an-Najasyiy. Adapun orang per orang di antara manusia, maka tidak disyari’atkan shalat ghaib terhadap mereka. Hal ini dikarenakan Rasulullah saw tidak menyolatkan setiap orang yang wafat dengan shalat ghaib melainkan beliau hanya menyolatkan seorang yaitu an-Najasyiy; karena dia baru masuk Islam, melindungi orang-orang yang hijrah ke al-Habasyah dari kalangan Sahabat. Dia telah melindungi, menolong, memberikan perlindungan dan berlaku baik terhadap mereka. Dan pada saat itu mempunyai peran yang mulia dalam Islam. Oleh karenanya Rasulullah saw menyolatkan shalat ghaib manakala dia wafat, demikian juga para Sahabat menyolatkannya bersama Rasulullah saw. Maka barangsiapa memiliki keutamaan seperti an-Najasyiy dan dia telah masuk Islam, maka dia boleh dishalatkan dengan shalat ghaib.”</p>
<p>Pendapat ini bisa juga disebabkan, agar tidak salah sasaran dalam melakukan shalat, dengan menyalatkan orang munafik atau orang yang tidak jelas agamanya. Sebab shalat termasuk do’a dan permohonan ampun, sedangkan kaum muslimin dilarang memintakan ampun bagi orang yang mati dalam keadaan kufur.</p>
<p>Namun alasan inipun tidak cukup kuat, sebab banyak pula tokoh-tokoh kaum muslimin yang tak diragukan keislamannya meninggal di masa shahabat, tetapi para shahabat tidak melakukan shalat ghaib. Padahal para shahabat adalah orang-orang yang paling tahu tentang urusan agama Islam, setelah Rasulullah saw. Dan demikian juga Rasulullah saw tidak menyalatkan tokoh-tokoh kaum muslimin yang meninggal di mawa hayat beliau. Hal ini menunjukan bahwa ketokohan bukan menjadi alasan disyari’atkannya shalat ghaib.</p>
<p><strong>Pendapat keenam</strong>; inilah yang paling rajih (kuat), Karena Rasulullah saw telah melakukan shalat ghaib sekali seumur hidup beliau, yakni ketika najasyi meninggal. Najasyi adalah raja Ethiopia yang telah masuk Islam, ia beriman kepada kenabian rasulullah saw, tetapi ia menyembunyikan keislamannya dari masyarakat Ethiopia. Maka ketika beliau meninggal, tidak seorang pun masyarakat Ethiopia menyalatkannya, karena masyarakat di sana beagama Kristen. Padahal kalau ada seorang muslim meninggal, muslim yang masih hidup berkewajiban menyalatkannya. Karena itulah Rasulullah mengajak para shahabat untuk menyalatkannya secara ghaib untuk mendo’akannya.</p>
<p>Itulah ‘illah (alasan) dilaksanakannya shalat ghaib, yaitu untuk mendo’akan dan memohonkan ampunan. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;"><span style="color:#006400;">أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ لِأَصْحَابِهِ ثُمَّ قَالَ اسْتَغْفِرُوا لَهُ ثُمَّ خَرَجَ بِأَصْحَابِهِ إِلَى الْمُصَلَّى فَقَامَ فَصَلَّى بِهِمْ كَمَا يُصَلِّي عَلَى الْجَنَائِزِ </span></span></p>
<p>Rasulullah saw membritahukan wafatnya najasyi kepada para shahabatnya, kemudian beliau bersabda; mohonkanlah ampunan untuknya kemudian beliau saw keluar menuju mushalla (tempat yang lapang untuk shalat) bersama para shahabat beliau, lalu beliau shalat sebagaimana shalat terhadap jenazah (HR Ahmad)</p>
<p>Maka ketika seorang meninggal dan sudah ada yang menyalatkan, berarti sudah gugurlah kewajiban muslim terhadap muslim lainnya. Dan demikian tidak ada kewajiban lagi untuk menyalatkan, meskipun secara ghaib.</p>
<p>Argumen seperti inilah yang telah disampaikan oleh Abu Dawud, penulis kitab as-Sunan, ketika memasukkan hadis shalat ghaib ini ke dalam sebuah bab, “Bab tentang menyalatkan seorang muslim yang meninggal di Negara syirik”</p>
<p>Syaikh al Albani juga menjelaskan tentang hal yang berkaitan dengan shalat ghaib dalam Ahkaamul Janaa-iz, “ … maka jika ada seorang muslim meninggal di salah satu negara, lalu kewajiban shalat jenazah atas dirinya sudah ditunaikan, maka tidak perlu lagi orang lain yang berada di negara lain untuk mengerjakan shalat ghaib untuknya. Dan jika dia mengetahui bahwa yang meninggal tersebut tidak dishalatkan karena adanya rintangan atau alasan yang menghalanginya, maka disunnahkan untuk menshalatkannya dan hal itu tidak boleh ditinggalkan karena jarak yang jauh”</p>
<p><strong>Shalat Jenazah di Masjid</strong></p>
<p>Rasulullah saw ketika menyalatkan Najasyi mengajak para shahabat untuk pergi ke mushalla. Mushalla di sini bukan surau seperti tradisi di masyarakat Indonesia, tetapi tanah lapang untuk shalat. Berdasarkan kepada hal ini Ash-Shan’ani menyebutkan bahwa Hanafiyyah dan Malikiyyah menganggap makruh melakukan shalat jenazah di dalam masjid. Tetapi juga tidak ada yang menyatakan haramnya shalat jenazah di masjid.</p>
<p>Yang menyatakan makruhnya shalat jenazah di masjid menyebutkan bahwa persoalannya, adalah dimakruhkannya memasukkan jenazah ke dalam masjid. Tetapi pernyataan demikian tidak beralasan, sebab rasulullah saw pernah melakukan shalat Jenazah di dalam masjid</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;"><span style="color:#006400;">عن عائشة قالت: والله لقد صلى رسول الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم على ابني بيضاء في المسجد</span></span></p>
<p>&#8216;Aisyah ra berkata: Demi Allah, Rasulullah saw pernah menyolatkan jenazah dua anak Baidlo&#8217; di dalam masjid. (Riwayat Muslim).</p>
<p>Yang menguatkan bahwa shalat jenazah di masjid itu boleh, adalah tindakan para shahabat. Umar menyalatkan jenazah Abu baker ash-shiddiq di masjid. Demikian juga Shuhaib menyalatkan jenazah umar di dalam masjid.</p>
<p>Pendapat yang lebih kuat, Rasulullah melakukan shalat di lapangan adalah agar para shahabat mengetahui, sehingga peserta shalat jenazah lebih banyak. Sebab dengan banyaknya peserta shalat jenazah, memiliki keutamaan tersendiri sebagaimana sabda Rasulullah</p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;"><span style="color:#006400;">وعن ابن عبّاسٍ قالَ: سَمِعْت رسول الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم يقولُ ما مَنْ رجلٍ مُسْلمٍ يموتُ فَيَقومُ على جنازتِهِ أَربْعونَ رجُلاً لا يُشركُون بالله شيئاً لا شَفّعَهُمُ اللَّهُ فيهِ </span></span></p>
<p>Dari Ibnu Abbas, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda; Tidaklah seorang laki-laki muslim mati, lalu dia dishalatkan jenazah oleh 40 orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun melainkan Allah menerima syafaat (permohonan ampunan) mereka kepadanya (HR Muslim)</p>
<p><strong>Shaf Shalat Ghaib/Jenazah</strong></p>
<p>Di dalam menyalatkan Najasyi, Rasulullah saw menyusun para shahabat kepada beberapa shaf. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan shalat jenazah pada umumnya dan shalat ghaib pada khususnya disunnah kan untuk dibuat beberapa baris (saf). Meskipun makmum shalat Jenazah/ghaib hanya sedikit, lebih utama kalau dijadikan tiga shaf. Hal ini berbeda dengan shalat fardlu biasa, yang mengutamakan untuk memenuhi shof awal, baru shof berikutnya. Dalam shalat Jenazah, meskipun shof awal belum penuh boleh membuat shof baru agar shof terdiri dari tiga shof.</p>
<p>Imam al-Bukhari di dalam kitab ash-Shahih menyebutkan sebuah bab, “Orang yang membuat dua atau tiga shaf terhadap jenazah di belakang imam”</p>
<p>Allahu a&#8217;lam bish-shawab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bud1prasety0.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bud1prasety0.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bud1prasety0.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bud1prasety0.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bud1prasety0.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bud1prasety0.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bud1prasety0.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bud1prasety0.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bud1prasety0.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bud1prasety0.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bud1prasety0.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bud1prasety0.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bud1prasety0.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bud1prasety0.wordpress.com/552/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=552&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/12/07/shalat-ghaib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f434e3d064e974c29cb8621ed73ef227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bud1prasety0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pola Hidup Sehat dalam Sunnah Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam</title>
		<link>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/12/02/pola-hidup-sehat-dalam-sunnah-rasulullah-shallallahu-%e2%80%99alaihi-wasallam/</link>
		<comments>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/12/02/pola-hidup-sehat-dalam-sunnah-rasulullah-shallallahu-%e2%80%99alaihi-wasallam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2010 13:08:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bud1prasety0.wordpress.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Jika ada manusia sempurna, maka manusia yang paling sempurna adalah Rasulullah saw. Kesempurnaan pribadi Rasulullah bukan hanya dalam penampilan luar saja. Beliau sempurna dalam fisik, sempurna dalam spiritual, dan juga akhlaknya. Karena itulah Allah menjadikannya sebagai teladan bagi kehidupan manusia di dalam firmanNya Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=547&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-550" title="gaya hidup sehat" src="http://bud1prasety0.files.wordpress.com/2010/12/gaya-hidup-sehat.jpg?w=490" alt=""   /></p>
<p>Pendahuluan</p>
<p>Jika ada manusia sempurna, maka manusia yang paling sempurna adalah Rasulullah saw. Kesempurnaan pribadi Rasulullah bukan hanya dalam penampilan luar saja. Beliau sempurna dalam fisik, sempurna dalam spiritual, dan juga akhlaknya. Karena itulah Allah menjadikannya sebagai teladan bagi kehidupan manusia di dalam firmanNya</p>
<p>Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (al-Ahzab:21)<span id="more-547"></span></p>
<p>Rasulullah saw, tidak hanya menginginkan agar umatnya rajin beribadah, namun kondisi fisiknya lemah. Beliau bahkan menyatakan mukmin yang lebih dicintai Allah adalah mukmin yang kuat.</p>
<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ</p>
<p>Dari Abu Hurairah dia berkata; &#8220;Rasulullah saw bersabda: &#8216;Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah swt daripada orang mukmin yang lemah. (HR Muslim)</p>
<p>Kesehatan adalah dasar yang sangat penting untuk terwujudnya kekuatan seorang mukmin. Dan rasul saw pun telah meneladankan hidup sehat. Marilah kita cermati hadits-hadits nabi saw untuk meneladani pola hidup sehat yang beliau teladankan bagi kita</p>
<p>Pola Tidur;</p>
<p>1-       segera tidur, tidak tidur sebelum Isya’</p>
<p>عَنْ أَبِي بَرْزَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا</p>
<p>Dari Abu Barzah, bahwasannya Rasulullah saw membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Pengaruh begadang terhadap kesehatan menurut Dr. Harvey Moldofsky, Direktur Center for Sleep and Chronobiology di Universitas Toronto, akan merusak jam biologis. Dan dampak selanjutnya akan mempengaruhi sistem hormon yang bisa membantu pemulihan jaringan di seluruh badan.</p>
<p>2-       tidur siang</p>
<p>عن أنس بن مالك قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم قِيْلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ</p>
<p>Dari Anas bin Malik, bahwasannya ia berkata; Rasulullah saw bersabda; Tidur siang (Qailulah)lah, karena syetan-syetan tidak tidur siang (HR Abu Nu’aim dalam kitab ath-Thibb, dan ath-Thabrani)</p>
<p>Yang dimaksud dengan qailulah adalah istirahat di tengah hari, walaupun tidak disertai tidur. (An-Nihayah fi Gharibil Hadits)</p>
<p>Tidur siang selama antara 20 – 30 menit banyak manfaatnya bagi manusia. Tidur siang ini berfungsi untuk stamina, serta meningkatkan produktivitas dan kreativitas kerja.</p>
<p>3-       Tidur di sisi kanan</p>
<p>عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ ثُمَّ قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْلَمْتُ وَجْهِى إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ وَاجْعَلْهُنَّ مِنْ آخِرِ كَلاَمِكَ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مُتَّ وَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ</p>
<p>Dari Barra’ bin ‘Azib, bahwasannya Rasulullah saw bersabda apabila kau hendak tidur, maka berwudlulah seperti wudlumu untuk shalat, kemudian berbaringlah di sisi kanan, kemudian bacalah do’a (yang artinya) “Ya Allah sesungguhnya Aku telah tundukkan wajahku kepadaMu, dan aku serahkan urusanku kepadaMu, dan aku tundukkan punggungku di hadapan-Mu dengan penuh harapan dan rasa takut kepadaMu. Tidak ada tempat berlindung dan tempat menyelamatkan diri dariMu melainkan kepada-Mu, aku beriman kepada kitab yang Engkau telah turunkan dan beriman kepada Nabi yang Engkau telah utus”, dan jadikanlah kalimah itu sebagai akhir perkataanmu, jika engkau mati pada malam hari itu, kau mati dalam keadaan fitrah</p>
<p>Rahasia tidur dengan posisi seperti ini, darah akan lebih terdistribusi ke seluruh tubuh sehingga kerja jantung akan lebih ringan. Selain itu juga memberikan kesempatan kepada lambung untuk beristirahat.</p>
<p>Pola Makan Rasulullah saw</p>
<p>1- Keseimbangan makan</p>
<p>عَنْ مِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ  مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ</p>
<p>Dari Ma’dikarib, bahwasannya ia berkata, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda &#8220;Tiada ada bejana anak Adam yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.&#8221; (HR. Ahmad, Ibnu Majah)</p>
<p>Keseimbangan makan seperti ini bukan hanya menyebabkan kesehatan fisik, namun juga menjaga kesehatan ruhiyah. Sehingga tidak timbul rasa malas untuk melaksanakan berbagai ibadah kepada Allah swt.</p>
<p>2- Menjaga kesehatan Makanan dan minuman</p>
<p>عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ. فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِى الإِنَاءِ قَالَ  أَهْرِقْهَا . قَالَ فَإِنِّى لاَ أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ : فَأَبِنِ الْقَدَحَ إِذًا عَنْ فِيكَ</p>
<p>Dari Abu Sa&#8217;id Al Khudri bahwa Nabi saw melarang untuk meniup ke dalam minuman. Kemudian seroang laki-laki berkata, &#8220;Lalu bagaimana bila aku melihat kotoran di dalam bejana?&#8221; Beliau bersabda: &#8220;Kalau begitu, tumpahkanlah.&#8221; Ia berkata lagi, &#8220;Sungguh, aku tidaklah puasa dengan sekali tarikan nafas.&#8221; Beliau bersabda: &#8220;Kalau begitu, jauhkanlah bejana (tempat untuk minum) dari mulutmu.&#8221; (HR at-Tirmidzi)</p>
<p>عَنْ أَبِى قَتَادَةَ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِى الإِنَاءِ</p>
<p>Dari Abu Qatadah; Bahwa Nabi saw melarang menghembuskan nafas di dalam bejana (ketika minum). (HR al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Orang yang bernafas mengeluarkan karbon (C02), dan jika zat ini bersenyawa dengan air maka akan mencemari air di dalam gelas. Bila petunjuk Rasulullah saw ini kita kembangkan, maka kita harus menjauhkan dari hal-hal yang menjadikan bahan makanan kita mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.</p>
<p>Menutup tempat makanan</p>
<p>عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ غَطُّوا الْإِنَاءَ وَأَوْكُوا السِّقَاءَ فَإِنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ لَا يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ إِلَّا نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ</p>
<p>Dari Jabir bin &#8216;Abdullah ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Tutuplah bejana-bejana, dan ikatlah tempat-tempat minuman, karena di suatu malam pada setiap tahunnya akan ada wabah penyakit (berbahaya) yang akan jatuh ke dalam bejana dan ketempat-tempat air yang tidak tertutup.&#8221; (HR Muslim)</p>
<p>Makanan dan minuman yang terbuka sangat mudah terkena debu ataupun dimasuki binatang-binatang pembawa kuman, seperti lalat, cicak dan lain-lainnya. Anjuran Rasulullah saw untuk menutup makanan agar tidak kemasukan kuman sangat jelas di dalam hadits ini.</p>
<p>4- Makan Buah-buahan</p>
<p>عَنْ سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ جَعْفَرٍ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ الرُّطَبَ بِالْقِثَّاءِ</p>
<p>Dari sa’d, bahwasannya ia berkata, &#8220;Aku mendengar Abdullah bin Ja&#8217;far berkata, &#8220;Aku melihat Nabi saw makan kurma segar dengan qitsa` (sejenis mentimun).&#8221;</p>
<p>Pola Hidup Bersih</p>
<p>1- Menjaga kebersihan gigi dengan bersiwak</p>
<p>عَنْ أَنَسٌ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثَرْتُ عَلَيْكُمْ فِي السِّوَاكِ</p>
<p>Dari Anas, bahwasannya ia berkata, &#8220;Rasulullah saw bersabda: &#8220;Aku telah terlalu sering memperingatkan kalian untuk selalu bersiwak.&#8221; (HR al- Bukhari)</p>
<p>عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ.</p>
<p>dari Hudzaifah berkata, &#8220;Jika Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bangun di malam hari, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.&#8221; (HR al- Bukhari dan Muslim)</p>
<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ</p>
<p>Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: &#8220;Sekiranya tidak memberatkan ummatku atau manusia, niscaya aku akan perintahkan kepada mereka untuk bersiwak (menggosok gigi) pada setiap kali hendak shalat.&#8221; (HR al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Mulut adalah rongga tempat mengolah makan pertama kali. Karena itu di dalam mulut sering ada sisa-sisa makanan. Sisa-sisa ini akan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya penyakit apabila tidak dibersihkan. Anjuran Rasulullah saw untuk bersiwak (gosok gigi) menunjukkan perhatian beliau yang sangat tinggi terhadap kesehatan</p>
<p>2- Menjaga kebersihan tubuh</p>
<p>عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَالاِسْتِنْشَاقُ بِالْمَاءِ وَقَصُّ الأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ . يَعْنِى الاِسْتِنْجَاءَ بِالْمَاءِ. قَالَ زَكَرِيَّا قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ.</p>
<p>Dari Aisyah dia berkata, &#8220;Rasulullah saw bersabda: &#8220;Ada sepuluh perkara dari fitrah; mencukur kumis, memanjangkan jenggot, bersiwak, beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), memotong kuku, bersuci dengan air, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan beristinja&#8217; dengan air.&#8221; Zakariya berkata, Mush&#8217;ab berkata, &#8220;Dan aku lupa yang kesepuluh, kemungkinan adalah berkumur-kumur.&#8221; (HR Muslim)</p>
<p>Di dalam riwayat lain,</p>
<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْفِطْرَةُ خَمْسٌ أَوْ خَمْسٌ مِنْ الْفِطْرَةِ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ</p>
<p>dari Abu Hurairah dari Nabi saw, beliau bersabda: &#8220;Fithrah itu ada lima, atau ada lima fithrah yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis.&#8221;</p>
<p>Baik dalam lima atau yang sepuluh hal di dalam hadits di atas semuanya mengajarkan kebersihan tubuh. Dan kebersihan tubuh akan menjauhkan seseorang dari kuman yang menyebabkannya menjadi sakit.</p>
<p>3- Kebersihan air</p>
<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ</p>
<p>Dari Abu Hurairah dari Nabi saw, beliau bersabda: &#8220;Janganlah salah seorang di antara kalian kencing di air yang menggenang kemudian dia mandi darinya.&#8221; (HR al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Air kencing mengandung banyak zat-zat beracun yang dikeluarkan dari dalam tubuh. Jika seseorang kencing di dalam air yang menggenang dan tidak mengalir lalu mandi dengan air itu, maka artinya ia mandi dengan air yang mengandung banyak zat yang berbahaya bagi tubuhnya. Tindakan ini bisa berakibat buruk bagi kesehatan seseorang.</p>
<p>Berolah raga</p>
<p>Di antara beberapa cabang olah raga yang dilakukan pada masa Rasulullah saw adalah sebagai berikut;</p>
<p>Panahan</p>
<p>عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُ { وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ } أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ</p>
<p>Dari &#8216;Uqbah bin &#8216;Amir berkata, &#8220;Saya pernah mendengar Rasulullah saw menyampaikan ketika beliau di atas mimbar: &#8216;(Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi) &#8216; (Al Anfaal: 60), ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah.&#8221; (HR Muslim)</p>
<p>عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَابَقَ بِالْخَيْلِ الَّتِي قَدْ أُضْمِرَتْ مِنْ الْحَفْيَاءِ وَكَانَ أَمَدُهَا ثَنِيَّةَ الْوَدَاعِ وَسَابَقَ بَيْنَ الْخَيْلِ الَّتِي لَمْ تُضْمَرْ مِنْ الثَّنِيَّةِ إِلَى مَسْجِدِ بَنِي زُرَيْقٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ فِيمَنْ سَابَقَ بِهَا</p>
<p>Berkuda</p>
<p>Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam pernah mengadakan lomba pacuan kuda yang telah mengkabarkan kepada kamilah dilatih dari Haifa sampai ke Tsaniyatul Wada&#8217;, dankuda yang belum dilatih dari Tsaniyah hingga Masjid Bani zurai&#8217;. Dan Ibnu&#8217;Umar sendiri turut dalam perlombaan itu.&#8221; (HR Muslim)</p>
<p>Gulat</p>
<p>عَنْ عَلِيِّ بْنِ رُكَانَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رُكَانَةَ صَارَعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَرَعَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُكَانَةُ</p>
<p>dari Ali bin Rukanah, bahwsannya ia berkata, &#8220;Rukanah pernah menggulat (membanting) Nabi saw, lalu Nabi saw ganti membanting rukanah. (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bud1prasety0.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bud1prasety0.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bud1prasety0.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bud1prasety0.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bud1prasety0.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bud1prasety0.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bud1prasety0.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bud1prasety0.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bud1prasety0.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bud1prasety0.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bud1prasety0.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bud1prasety0.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bud1prasety0.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bud1prasety0.wordpress.com/547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=547&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/12/02/pola-hidup-sehat-dalam-sunnah-rasulullah-shallallahu-%e2%80%99alaihi-wasallam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f434e3d064e974c29cb8621ed73ef227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bud1prasety0</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bud1prasety0.files.wordpress.com/2010/12/gaya-hidup-sehat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gaya hidup sehat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Hidup Tidak Merugi</title>
		<link>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/27/agar-hidup-tidak-merugi/</link>
		<comments>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/27/agar-hidup-tidak-merugi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 02:31:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[al-'Ashr]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[rugi]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bud1prasety0.wordpress.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[وَالْعَصْرِ () إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ () إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh, saling menasihati dalam kebenaran dan dalam kesabaran MUQADIMAH Surat al-Ashr termasuk surat Makiyyah, yatu surat-surat yang diturunkan sebelum Nabi berhijrah ke Madinah. Di antara ciri umum Surat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=541&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="font-family:traditional Arabic;font-size:large;"><strong><span style="color:#006400;">وَالْعَصْرِ () إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ () إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ</span></strong></span></p>
<p style="text-align:center;">Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh, saling menasihati dalam kebenaran dan dalam kesabaran<span id="more-541"></span> MUQADIMAH</p>
<p>Surat al-Ashr termasuk surat Makiyyah, yatu surat-surat yang diturunkan sebelum Nabi berhijrah ke Madinah. Di antara ciri umum Surat Makiyyah, ayatnya pendek-pendek tetapi isinya sangat padat, kemudian dilihat dari tema ayat berisi ajaran tauhid dan akhlak.</p>
<p>Surat ini terdiri dari 3 ayat yang pendek tetapi isinya sangat padat. Karena itulah Imam Syafi’i mengatakan, seandainya Allah tidak menurunkan petunjuk selain surat al-Ashr ini niscaya telah cukup bagi manusia, karena surat ini mencakup beberapa pengetahuan di dalam al-Qur’an yang sangat mendasar.</p>
<p>Tafsir</p>
<p><em>Demi Ashr (masa)</em>.</p>
<p>Allah memulai surat ini dengan sumpah, sumpah tersebut disandarkan pada ashr. Para ulama’ berbeda-beda dalam mengartikan Ashr, ada yang menyebutkan masa, ada pula yang menyatakan waktu ashar (akhir waktu siang). Pendapat yang paling kuat adalah masa atau waktu.</p>
<p>Sumpah diartikan sebagai penegasan sesuatu dengan menyebut hal-hal yang diagungkan. Oleh sebab itu sesuatu yang dijadikan sandaran sumpah adalah sesuatu yang dianggap agung. Jika manusia bersumpah dengan nama selain Allah, berarti ia mengagungkan sesuatu selain Allah, maka ia termasuk syirik sebagaimana dijelaskan di dalam hadis di bawah. Dan jika Allah bersumpah dengan menyebut nama makhluk-Nya, hal ini menunjukkan bahwa yang disebut Allah itu memiliki nilai yang sangat berharga. Sabda Nabi saw;</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:medium;"><span style="color:#006400;">مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ</span></p>
<p>Barangsiapa bersumpah tidak dengan menyebut nama Allah maka ia telah kafir atau musyrik.</p>
<p>Oleh karena Allah di dalam surat ini bersumpah dengan waktu, hal ini menunjukkan bahwa waktu memiliki nilai yang sangat berharga bagi kehidupan manusia. Dalam dimensi waktu itulah manusia hidup, sebagai masa untuk beramal mempersiapkan diri untuk menghadapi suatu masa saat manusia menuai hasilnya. Sebab itu tidak sepantasnya manusia menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan Allah kepadanya, dengan mengisi waktu yang terus berjalan ini dengan kegiatan yang tidak bermanfaat. Karena demikian besarnya harga waktu itu, maka kaum materialis menyetarakan waktu dengan uang, “Time is money”.</p>
<p><em>Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian</em>.</p>
<p>Yang disumpahi oleh Allah di dalam surat ini adalah keadaan manusia di akhirat. Pernyataan inilah yang dikuatkan oleh Allah dengan sumpah-Nya, bahwa manusia nanti akan benar-benar merasakan kerugian.</p>
<p>Kata al-Insan berarti manusia. Kata itu bentuknya tunggal, tetapi dengan adanya “al” (alif lam) maka bermakna jami’ (keseluruhan). Sehingga pengertiannya, seluruh manusia di akhirat nanti akan mengalami kerugian.</p>
<p><em>Kecuali orang yang beriman.</em></p>
<p>Setelah menyebutkan keseluruhan manusia mengalami kerugian Allah menyebutkan beberapa orang yang tidak ikut termasuk di dalamnya, yaitu orang yang beriman kepada rukun-rukun iman yang enam; yaitu iman kepada Allah, iman kepada malaikat Allah, kitab-kitab Allah, para Rasul Allah, hari Kiamat, dan Taqdir. Iman maknanya meyakini di dalam hati, mengucapkan secara lisan dan mengamalkan dalam perbuatan.</p>
<p>Islam bukanlah ajaran doktrinal yang tidak boleh dinalar. Justru di dalam mengimani ajaran Islam ini harus harus dilandasi dengan ilmu. Allah berfirman;</p>
<p><em>Maka ketahuilah bahwasannya tiada tuhan melainkan Allah.</em> (Muhammad;19)</p>
<p>Kata fa’lam pada ayat tersebut adalah kata perintah. Perintah yang datang dari Allah dimaknai sebagai sesuatu kewajiban. Dengan demikian untuk mengungkapkan pernyataan iman atau kalimah laa ilaha illallah, harus dilandasi dengan pengetahuan. Paling kurang mengetahui apa maknanya, apa maksudnya, dan apa konsekuensinya.</p>
<p>Meskipun rukun iman ada 6, tetapi pengetahuan yang terpenting untuk diketahui sebelum beriman ada 3 saja, yaitu pengetahuan tentang Allah, Rasulullah dan Agama Islam.</p>
<p>Pengetahuan tentang Allah dibutuhkan agar tumbuh kesadaran untuk menerima, tunduk dan patuh kepada aturan-aturan-Nya, serta terdorong untuk menjalankan syariatnya baik dalam kehidupan pribadinya, keluarga maupun dalam membina kehidupan masyarakat.</p>
<p>Apabila kita hendak mempelajari sesuatu di dalam ala mini kita akan membawanya ke dalam laboratorium, atau observatorium untuk diamati. Mengenal Allah tentu berbeda dengan mengenal alam, sebab Allah sang pencipta alam ini tidak bisa ditangkap oleh panca indera. Maka mengenal Allah bukan dengan jalan mengamatinya secara langsung, melainkan dengan melihat tanda-tanda (ayat) yang bisa dilihat. Tanda-tanda atau ayat yang menunjukkan adanya Allah ada dua macam, yaitu ayat syar’iyyah dan ayat kauniyyah. Ayat Syar’iyyah adalah ayat-ayat yang ada di dalam al-Qur’an dan hadis Nabi, sedangkan ayat kauniyyah adalah tanda-tanda di alam semesta. Kedua ayat Allah ini jika kita perhatikan dengan benar maka akan dapat menjadi bukti adanya Allah dengan segala kekuasaan-Nya.</p>
<p><em>“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, serta pada pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal”</em> (Ali Imran:190)</p>
<p>Pengetahuan yang kedua adalah pengetahuan tentang Rasul; tujuannya adalah agar tumbuh kesadaran untuk meyakini ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw. sehingga terdorong untuk mentaati perintahnya, menjauhi larangannya, meneladani segala tingkah laku beliau dan rela menerima keputusan dari beliau. Sikap-sikap ini adalah sikap yang muncul dari hati yang beriman.</p>
<p><em>Maka demi Tuhanmu, mereka itu tidak beriman sehingga menjadikan-mu sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian tidak kamu jumpai dalam diri mereka adanya rasa keberatan untuk menerima keputusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuh hati</em> (an-Nisa’:65)</p>
<p>Pengetahuan ketiga adalah tentang Islam. Pengetahuan ini penting sebab akan menjadi dasar beramal kita. Jika kita benar dalam memahami ajaran Islam  maka kita akan bisa melakukan tindakan secara benar, tetapi jika tidak mengetahui ajaran islam tentu tidak mungkin dapat melakukan perbuatan yang benar menurut Allah. Atau kita merasa benar tetapi oleh Allah ditolak, betapa ruginya kita. Untuk itulah pengetahuan tentang Ajaran Islam ini harus dibangun dari dalil yang kuat.</p>
<p><em>Dan yang beramal shaleh.</em></p>
<p>Yang dimaksudkan dengan amal shaleh adalah perbuatan yang merupakan wujud dari pengetahuan seseorang terhadap ketiga hal di atas. Pengetahuan tentang Allah dan Rasul menjadi dasar keimanan yang dapat menumbuhkan keikhlasan. Dan pengetahuan tentang ajaran Islam akan menuntun kepada amal yang benar sesuai dengan ajaran syari’at.</p>
<p>Dari penjelasan tersebut, amal shaleh dilandasi oleh dua hal, yaitu keikhlasan di dalam hati dan kebenaran amal sebagaimana dituntunkan oleh syariat. Perbuatan yang tidak ikhlas meskipun sesuai syari’at tidak akan mendapatkan pahala. Demikian pula ikhlas tidak akan ada dalam hal-hal yang menyimpang dari aturan syari’at.</p>
<p><em>Dan yang saling menasihati dalam kebenaran. </em></p>
<p>Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam. Oleh sebab itu orang yang telah beriman tidak boleh diam begitu saja melihat kemungkaran terjadi di muka bumi. Jika ia bisa menghilangkan kemungkaran dengan kekuasaannya maka ia harus melakukannya dengan kekuasaannya, jika hanya bisa secara lisan maka ia harus melakukannya. Tetapi jika tidak bisa berbuat apa-apa secara nyata, ia harus beristighfar dan berdo’a semoga Allah menggerakkan hati mereka yang berbuat mungkar agar menghentikan kemungkarannya. Jika ada orang melihat ada kemungkaran diam saja, tak peduli, berarti di dalam dirinya tidak adalagi keimanan itu.</p>
<p>Dari sini kita dapat menggaris bawahi bahwa untuk tidak termasuk ke dalam kelompok orang yang rugi, kita harus ikut serta mengajak orang lain berjalan di jalan kebenaran.</p>
<p><em>Dan yang saling menasihati dalam kesabaran. </em></p>
<p>Hidup di jalan Allah bukan barang mudah. Dalam sejarah Islam awal, seseorang yang masuk Islam menghadapi tantangan yang sangat berat. Bilal bin Rabah, ketika masuk Islam harus menghadapi ujian dan siksaa dari tuannya yang tetap musyrik. Yasir dan keluarganya harus menghadapi maut untuk mempertahankan imannya. Sebab itulah agar tidak termasuk manusia yang rugi di akhirat, saling menasihati dalam kesabaran itu sangat diperlukan.</p>
<p>Sabar adalah menahan jiwa untuk senantiasa berada di jalan Allah. Sabar dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu sabar menghadapi malapetaka sehingga tidak menyimpang dari jalan Allah. Sabar dalam menjalani kethaatan, dan sabar dalam menjauhi kemaksiatan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bud1prasety0.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bud1prasety0.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bud1prasety0.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bud1prasety0.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bud1prasety0.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bud1prasety0.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bud1prasety0.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bud1prasety0.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bud1prasety0.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bud1prasety0.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bud1prasety0.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bud1prasety0.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bud1prasety0.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bud1prasety0.wordpress.com/541/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=541&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/27/agar-hidup-tidak-merugi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f434e3d064e974c29cb8621ed73ef227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bud1prasety0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Moderat; Antara Pandangan Barat dan Syari’at</title>
		<link>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/25/moderat-antara-pandangan-barat-dan-syari%e2%80%99at/</link>
		<comments>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/25/moderat-antara-pandangan-barat-dan-syari%e2%80%99at/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2010 17:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[barat]]></category>
		<category><![CDATA[moderat]]></category>
		<category><![CDATA[syari'at]]></category>
		<category><![CDATA[wasath]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bud1prasety0.wordpress.com/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Permulaan abad ke-15 Hijriyah dinyatakan oleh para aktivis sebagai abad kebangkitan Islam. Pernyataan ini mengawali peningkatan gerakan perlawanan umat Islam terhadap barat di segala bidang. Meskipun tidak serta merta, bagi para pengamat, perlawanan itu semakin terasa kuat. Ketika barat melihat gelombang kebangkitan Islam ini, muncullah usaha serius mereka untuk sesegera mungkin memupusnya. Namun menyadari bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=538&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Permulaan abad ke-15 Hijriyah dinyatakan oleh para aktivis sebagai abad kebangkitan Islam. Pernyataan ini mengawali peningkatan gerakan perlawanan umat Islam terhadap barat di segala bidang. Meskipun tidak serta merta, bagi para pengamat, perlawanan itu semakin terasa kuat.</p>
<p>Ketika barat melihat gelombang kebangkitan Islam ini, muncullah usaha serius mereka untuk sesegera mungkin memupusnya. Namun menyadari bahwa Islam adalah satu kekuatan yang tidak mudah ditaklukkan, mereka pun mendirikan pusat-pusat kajian strategis. Tujuannya adalah untuk mencari strategi yang jitu dalam menahan laju kebangkitan Islam. Di antara pusat kajian yang saat ini sangat produktif menyumbangkan gagasan itu adalah RAND Corporation. Lembaga kajian inilah yang telah menyumbangkan berbagai produk pemikiran dan gagasan untuk memadamkan cahaya Allah.</p>
<p><span id="more-538"></span>Pada tahun 2007, Rand telah mengeluarkan sebuah proposal untuk membangun jaringan muslim moderat. Maksud dari pembangunan jaringan ini adalah dalam rangka menghadapi gerakan ummat Islam menggunakan ummat Islam sendiri. Rupanya negara-negara penjajah ini masih ingat betul strategi devide et impera yang dulu pernah digunakan dalam menumpas segala bentuk pemberontakan kaum pribumi. Dan dalam rangka untuk memecah belah umat Islam inilah, barat membuat beberapa istilah yang disematkan kepada umat Islam. Mereka membuat istilah yang memojokkan islam seperti teroris, militan, ekstrim dan yang agak ringan sedikit adalah fundamentalis. Untuk tidak menciptakan kesan anti Islam, mereka buat pula istilah yang terkesan ramah, yaitu moderat, modernis, liberalis, rasionalis dan lain-lain.</p>
<p>Moderat yang dimaksudkan oleh barat adalah moderat dalam arti tidak anti pati terhadap ideologi dan budaya barat. Maka Jaringan Muslim Moderat yang hendak dibangun oleh barat adalah jaringan orang-orang Islam atau organisasi Islam yang bisa bekerja sama dan hidup dengan system hidup barat. Lembaga Rand menyebutkan criteria muslim yang termasuk moderat adalah sebagai berikut;</p>
<ol>
<li>Menerima gagasan demokrasi. Sebagian muslim memang menyetarakan antara demokrasi dengan system Syura di dalam Islam. Padahal sesungguhnya gagasan demokrasi ini untuk menutup kesempatan untuk berdirinya Negara Islam.</li>
<li>Menerima landasan non-sektarian. Maksudnya, muslim yang termasuk kategori moderat tidak melulu harus membina kehidupan dengan dasar Islam, namun menerima kesetaraan antara muslim dan non-muslim. Sementara itu dalam islam antara muslim dan non-muslim terdapat hak dan kewajiban yang berbeda.</li>
<li>Menerima kesetaraan gender dan rasionalisasi pemahaman agama. Barat memandang bahwa Islam sangat mendeskreditkan kaum wanita di dalam panggung sosial. Latar belakangnya, karena memang dalam al-Qur’an dan hadits secara verbal dinyatakan demikian. Karena itulah diperlukan pemahaman terhadap al-Qur’an dan hadits dengan cara baru yang lebih rasional dan adil.</li>
<li>Anti kekerasan yang in-konstitusional. Perang untuk melawan ketidak adilaan secara logis tetap diterima. Persoalannya adalah tindakan kekerasan itu dilakukan seara konstitusional atau tidak. Jika dilakukan secara konstitusional, maka itu boleh dilakukan, sebagaimana israel menghabisi muslim Palestina. Tetapi jika serangan WTC, adalah bagian dari kekerasan yang inkonstitusional.</li>
</ol>
<p>Demikianlah kriteria moderat dalam konsep barat. Lebih lanjut, kenyataannya golongan yang dianggap sebagai muslilm moderat itu adalah kaum modernis, kaum pluralis, para pejuang kesetaraan gender, sekularis muslim, dan bahkan liberalis muslim. Sebagai wujud dari gagasan Rand ini, berbagai founding barat telah menggelontorkan dana yang sangat banyak untuk membiayai kampanye kelompok yang dianggap moderat ini. Mereka itulah yang sering bersuara nyaring mengangkat ayat, ”Dan demikianlah, kami jadikan kalian sebagai umat wasathan (umat pertengahan)&#8230;.” (al-Baqarah:143)</p>
<p>Sayangnya wasathan yang diteriakkan ini adalah wasathan dalam konsep barat. Sementara itu wasathan dalam pemahaman ulama’ tidak dibicarakan sama sekali. Lalu, seperti apakah konsep wasathan dalam ajaran Islam?</p>
<p>Wasath (moderat) dalam agama adalah bahwa seseorang tidak bersikap ghuluw (berlebihan) padanya maka ia melewati apa yang dibatasi oleh Allah saw, dan ia tidak pula muqashshsir (kurang) maka ia mengurangi dari sesuatu yang telah dibatasi oleh Allah saw.</p>
<p>Wasath dalam agama adalah berpegang teguh dengan sirah Nabi saw. Ghuluw dalam agama adalah melewatinya dan taqshir (kurang) adalah tidak sampai kepadanya. Contohnya: seseorang berkata, “Saya akan bangun sepanjang malam (ibadah) dan tidak tidur sepanjang tahun, karena shalat adalah ibadah yang paling utama, maka saya ingin menghidupkan semuanya dengan shalat”. Itu adalah ghuluw dalam agama Allah swt dan tidak berada di atas kebenaran. Dan kasus seperti ini pernah terjadi di zaman Nabi saw, ada beberapa orang shahabat berkumpul, salah seorang dari mereka berkata, “Saya akan selalu bangun dan tidak tidur.” Yang lain berkata, “Saya selalu puasa dan tidak berbuka (di siang hari)”. Yang ketiga berkata, “Saya tidak menikahi wanita.” Maka hal itu sampai kepada Nabi saw. Lalu beliau bersabda:</p>
<p>مَابَالُ أَقْوَامٍ قَالُوْا كَذَا وَكَذَا؟ لَكِنِّي أُصَلِّى وَأَنَامُ ,وَأَصُوْمُ وَأُفْطِرُ, وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ, فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي</p>
<p>&#8220;Bagaimanakah keadaan kaum yang mengatakan seperti ini dan seperti itu? Akan tetapi aku shalat dan tidur, puasa dan berbuka, dan menikahi wanita. Maka barangsiapa yang membenci sunnahku maka ia bukan dari golonganku.&#8221;  (HR al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Mereka telah bertindak ghuluw dalam agama dan Rasulullah saw berlepas diri dari mereka, karena mereka membenci sunnahnya saw, yaitu puasa dan berbuka, bangun dan tidur, serta menikah dengan wanita.</p>
<p>Adapun muqashshir, yaitu orang yang berkata: Saya tidak perlu melakukan ibadah sunnah, saya tidak melakukan ibadah sunnah dan saya hanya melakukan yang wajib saja. Terkadang ia kurang dalam ibadah wajib, maka ini adalah muqashshir. Dan mu&#8217;tadil (orang yang pertengahan) yaitu yang berjalan di atas sunnah Nabi saw dan para khulafaurrasyidin.</p>
<p>Contoh yang lain: Ada tiga orang laki-laki yang berjalan di hadapan mereka orang yang fasik. Salah seorang dari mereka berkata: Saya tidak memberi salam kepada orang fasik ini, tidak menyapanya, menjauhkan diri darinya dan tidak berbicara kepadanya.</p>
<p>Yang kedua berkata: Saya akan berjalan bersama orang fasik ini, memberi salam kepadanya, senyum kepadanya, mengundangnya, memenuhi undangannya, dan saya tetap memperlakukannya seperti seorang yang shalih.</p>
<p>Dan yang ketiga berkata: Ini orang fasik, saya membencinya karena fasiknya dan mencintainya karena imannya, tetap menyapanya kecuali bila tidak menyapanya bisa menjadi sebab kebaikan dia. Jika tidak menyapanya maka tidak akan bisa memperbaikinya, bahkan menjadi penyebab bertambah kefasikannya, maka saya tetap menyapanya.</p>
<p>Dari kasus yang terakhir ini, yang pertama adalah sikap ghuluw (melewati batas), yang kedua kurang, dan yang ketiga adalah pertengahan. Dan seperti inilah yang dikatakan wasathan di dalam semua ibadah dan pergaulan sesama makhluk. Tidak berlebih-lebihan dan juga tidak kurang.</p>
<p>Sesungguhnya wasathan dalam Islam adalah sikap komitmen yang kuat kepada ajaran islam. Adapun Islam sendiri memang telah mengajarkan sikap wasathan ini. Ketika seseorang menafsirkan al-Qur’an dengan sekehendak sendiri, dengan sudut pandang kepentingan kaum kafir, maka sesungguhnya ia telah keluar dari istilah moderat (wasathan) dalam kaca mata syari’at. Yang terjadi adalah taqshir (pengurangan).</p>
<p>Termasuk dalam hal wasathan, seharusnya orang Islam menerapkan konsep al-wala’ wal bara’ sesuai dengan tuntutan al-Qur’an dan sunnah. Cinta kasih sesama muslim dan sikap keras kepada kaum kafir dipraktekkan. Selama keras kepada kekafiran itu tidak menghalangi sikap adil kepada mereka, itulah wasathan dalam Islam.</p>
<p>Alangkah indah Islam jika dilaksanakan sesuai dengan arahan Allah dan teladan Rasulullah saw. Jika hal itu terjadi, maka Islam benar-benar akan menjadi rahmat bagi semesta alam&#8230; Tetapi jika Islam ini difahami dengankaca mata barat, maka akan rusak, hilang wibawanya, dan tidak akan membawa kebaikan bagi umat manusia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bud1prasety0.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bud1prasety0.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bud1prasety0.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bud1prasety0.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bud1prasety0.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bud1prasety0.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bud1prasety0.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bud1prasety0.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bud1prasety0.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bud1prasety0.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bud1prasety0.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bud1prasety0.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bud1prasety0.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bud1prasety0.wordpress.com/538/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=538&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/25/moderat-antara-pandangan-barat-dan-syari%e2%80%99at/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f434e3d064e974c29cb8621ed73ef227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bud1prasety0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surat Abu Lahab</title>
		<link>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/21/tafsir-surat-abu-lahab/</link>
		<comments>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/21/tafsir-surat-abu-lahab/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 03:44:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Abu lahab]]></category>
		<category><![CDATA[kayu bakar]]></category>
		<category><![CDATA[Nawawi al-Bantani]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bud1prasety0.wordpress.com/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syaikh Nawawi al-Bantani Disebut juga dengan nama surat Tabbat. Termasuk surat Makiyyah. Terdiri dari lima ayat, 23 kata, dan 77 huruf بسم الله الرحمن الرحيم تَبَّتْ يَدَا أَبِيْ لَهَبٍ وَّ تَبَّ Binasalah kedua tangan Abu Lahab, dan ia akan binasa. Abu Lahab adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthallib. Kata tabbat (yang pertama) berfungsi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=528&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Oleh : Syaikh Nawawi al-Bantani</p>
<p>Disebut juga dengan nama surat Tabbat. Termasuk surat Makiyyah. Terdiri dari lima ayat, 23 kata, dan 77 huruf</p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;color:#008000;">بسم الله الرحمن الرحيم</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;color:#008000;">تَبَّتْ يَدَا أَبِيْ لَهَبٍ وَّ تَبَّ</span></p>
<p>Binasalah kedua tangan Abu Lahab, dan ia akan binasa.<span id="more-528"></span><br />
Abu Lahab adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthallib. Kata tabbat (yang pertama) berfungsi sebagai do’a sedangkan yang kedua kedudukannya dalam suatu kalimat berita. Maksudnya, kebinasaan itu telah menimpanya. Kalimat seperti ini dapat diperkirakan adanya kata qad (berfungsi sebagai penguat kata lampau yang berarti telah) sebelum kata tabb. Bacaan Ibnu Mas’ud menguatkan perkiraan ini, karena beliau membaca qad tabb (sungguh telah binasa). Dalam qiraat beliau kata qad dibaca dengan jelas.</p>
<p>Ada yang berpendapat bahwa kedua kalimat adalah kalimat berita, tetapi yang dimaksud dengan kalimat pertama adalah kebinasaan amalnya sedangkan yang kedua adalah kebinasaan dirinya, karena sesungguhnya seseorang itu akan beramal untuk kemaslahatan diri dan perbuatannya. Lalu Allah memberitahukan bahwasannya Abu Lahab diharamkan dari mendapatkan dua kemaslahatan itu.-</p>
<p>Disebutkan dalam suatu riwayat bahwa pada suatu hari Rasulullah saw menaiki bukit shafa, kemudian berseru, “Wahai manusia, ke marilah’. Kemudian orang-orang Quraisy berkumpul di sekitar beliau, lalu beliau bertanya, “Apa pendapatmu jika aku beritakan bahwa musuh akan menyerbu kalian pada waktu pagi atau sore, apakah kalian mempercayaiku?”</p>
<p>Mereka menjawab, “Ya, kami percaya” Kemudian beliau berkata lagi, “Sesungguhnya aku memperingatkan kalian dari adzab pedih yang akan menimpa kalian”. Katika itu Abu lahab kontan berkata, “Binasa (celaka) kau, untuk inikah kau panggil kami?” lalu turunlah ayat ini.</p>
<p>Dan diriwayatkan pula bahwa Abu Lahab bertanya, “Apa hakku (yang akan aku peroleh) jika aku masuk Islam?”. Beliau besabda, “Apapun yang menjadi hak kaum muslimin”. Abu Lahab berkata, “Bukankah aku ini lebih utama daripada mereka?”. Rasulullah saw bertanya, “Dengan apakah kau lebih mulia?”. Lalu Abu Lahab berkata, “Celakalah agama ini, karena ia menyamakanku dengan orang lain”</p>
<p>Diriwayatkan pula bahwa beliau saw menyerukan Islam kepada Abu Lahab di siang hari, tetapi dia menolaknya. Ketika malam telah sunyi dan gelap gulita, baliau saw mendatangi rumah Abu Lahab untuk menyerukan agama Islam kepadanya seperti halnya yang beliau lakukan di siang hari. Beliau mengambil cara demikian karena mencontoh pada apa yang pernah dilakukan oleh Nabi Nuh as. Ketika beliau saw telah bertemu dengan Abu Lahab, maka dia berkata, “Mengapa kau susah-susah mendatangiku?”. Nabi duduk di depannya seperti orang yang sangat membutuhkan, lalu mengajaknya untuk masuk Islam, seraya bersabda, “Kalau kau malu mengikuti secara terang-terangan, sambutlah ajakanku saat ini lalu diamlah” Abu Lahab menjawab, “Aku tidak percaya (iman) kepadamu sehingga anak kambing ini mempercayaimu”. Rasulullah pun kemudian bersabda kepada anak kambing tersebut, “Siapakah aku”. Anak kambing itu menjawab pertanyaan Rasul dan memuji beliau saw. Mendengar itu kedengkian yang menguasai Abu Lahab memuncak, lalu ia memegang kedua tungkai anak kambing tersebut dan mematahkannya seraya berkata, “Celaka kau, mulutmu telah terpengaruh oleh sihir”. Kemudian anak kambing itu berkata, “Tidak, tetapi kamulah yang celaka” Kamudian turunlah surat ini berkaitan dengan peristiwa itu, celakalah kedua tangan Abu Lahab, karena ia telah mematahkan kedua tungkai anak kambing. Di samping itu, juga disebabkan karena pada diri Abu Lahab telah tumbuh keyakinan yang batil, kata-kata yang batil, dan perbuatan batil.</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;color:#008000;">مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَ مَا كَسَبَ</span></p>
<p>Tiada berguna baginya harta kekayaan dan amal usahanya.<br />
Apa pengaruh harta dan usahanya dalam rangka untuk menolak adzab Allah? Tak seorang pun yang kekayaannya melebihi Qarun, tetapi bisakah hartanya menolak datangnya kematian darinya? Tak seorangpun yang kekuasaannya melebihi Nabi Sulaiman, tetapi apakah kekuasaannya itu mampu menolak kematian darinya? Maka harta dan daya upaya Abu Lahab tak akan bermanfaat ketika itu. Kata maa pada kalimat maa aghna berfungsi untuk nafy (meniadakan) dan istifham (kalimat tanya). Sedangkan kata maa pada maa kasab,bisa difahami sebagai mashdariyah, mausulah (kata sambung) yang dihilangkan a’idnya (kata benda yang dituju oleh kata yang disambunginya), atau istifham sehingga bermakna, amal perbuatan apakah yang dapat memberikan manfaat baginya.</p>
<p>Diriwayatkan bahwasannya Abu Lahab pernah berkata, Apabila yang dikatakan oleh anak saudaraku itu benar, maka aku akan menebus kesalahan diriku dengan hartaku dan anak-anakku sehingga aku akan selamat darinya. Sungguh amat buruk pengharapannya dan akibat dari impiannya itu, anaknya yang bernama Utaibah diterkam singa di jalan menuju Syam, lalu turunlah ayat tersebut.</p>
<p>Yang dinamakan kasab adalah keuntungan hartanya. Ada yang berpendapat, artinya hasil perjalanannya. Ibnu Abbas berkata, Makna wa maa kasab (amal usahanya) adalah anaknya. Dalil yang menunjukkannya adalah sabda nabi saw,</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;color:#008000;">إِنَّ أَطْيَبَ مَا يَأْكُلُ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ، وَ وَلَدُهُ مِنْ كَسْبِهِ</span></p>
<p>Sesungguhnya sebaik-baik harta yang dimakan seseorang adalah hasil pekerjaannya, dan anak adalah termasuk hasil pekerjaannya<br />
Sabda Nabi yang lainnya</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;color:#008000;">أَنْتَ وَ مَالُكَ لِأَبِيْكَ</span></p>
<p>Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu.<br />
Abu Lahab mati karena bisul mematikan yang keluar dari badan tujuh hari setelah perang Badr,.</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;color:#008000;">سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ الْحَطَبِ</span></p>
<p>Maksudnya, Abu Lahab akan masuk ke dalam nyala api yang sangat besar di hari akhirat kelak. Pada ayat ini ada yang membaca ya’nya dengan dlammah, lamnya ada yang ditasydidkan ada pula yang tidak ditasydidkan.</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;color:#008000;">وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ</span></p>
<p>Bersamanya Ummu Jamil al-Aura’ binti Harb, saudara Abu Sufyan Shakhr bin Harb. Nama aslinya adalah al-Aura’, tetapi ada yang mengatakan bahwa nama aslinya adalah Arwa. Ada yang membaca ayat ini dengan tashghir yaitu muraiatuhu, maksudnya adalah sebagai penghinaan kepadanya. Ummu Jamil ini mati karena tercekik oleh tali yang digunakan untuk membawa kayunya.</p>
<p>Karena begitu bencinya kepada nabi saw, maka dia mau membawa sendiri duri-duri dan kayu-kayu. Kamudian pada malam hari itu semua ditebarkan di jalan yang biasa dilalui oleh nabi saw, sehingga beliau harus melewati jalan itu dengan hati-hati.</p>
<p>Ashim membaca kata hammalata dengan nashab (bertanda fathah) sebagai cacian, atau sebagai hal (kata keterangan), apabila yang dimaksud dengan membawa kayu itu mutlak (tak dibatasi oleh waktu tertentu). Para ahli qira’ah lainnya membaca dengan rafa’ (bertanda dlammah sehingga berbunyi hammalatu), karena dianggap sebagai na’t pada kata imra`’atuhu, karena yang dimaksudkan membawa kayu itu di masa yang lalu.</p>
<p>Potongan ayat ini ada yang membaca dengan hammalatan lil-hathab (dengan bacaan nashab), dan ada pula yang membaca hammalatun lil-hathab (dengan bacaan rafa’). Yang membaca dengan rafa’ mengasumsikannya sebagai khabar bagi kata amra’atuhu, sedangkan yang membaca dengan nashab mengasumsikannya sebagai cacian atau sebagai hal bagi kata imra’atuhu. Apabila kita baca dengan rafa’, ‘athfnya kepada dlamir mustatar (kata ganti yang tak kelihatan) maksudnya pada hari kiamat ia membawa seikat kayu bakar ke neraka. Sebagaimana ketika di dunia ia membawa kayu bakar untuk menyakiti Rasulullah saw. Ketika itu, kalimat fi jidiha berfungsi sebagai hal untuk kata imra’atuhu. Dan apabila kita membaca dengan rafa’, maka kalimat fi jidiha berfungsi sebagai khabar</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;color:#008000;">فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ</span></p>
<p>Di lehernya terikat tali dari sabut yang dibuat dari besi, di akhirat kelak. Ibnu Abbas berkata; al-Masad adalah rangkaian besi panjangnya 70 hasta, dimasukkan lewat mulut dan keluar melalui dubur. Semua rangkaian tali dari besi itu berada di leher sehingga menjeratnya dengan jeratan yang kuat. Ada yang berpendapat, di lehernya ada tali kekang yang terbuat dari sabut pohon Muql, yaitu jenis pohon a-Daum, sehingga kekang itu mencekiknya dan mematikannya.</p>
<p>Qatadah dan Adl-Dlahhak berkata, Pada mulanya al-Aura’ menghina Rasulullah dengan menyebutnya sebagai lelaki fakir, Lalu Allah menjelek-jelekkannya dengan menyebutkan bahwa ia adalah tukang cari kayu dengan membawa tali yang diletakkan di lehernya sehingga tali itu mencekiknya dan membunuhnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bud1prasety0.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bud1prasety0.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bud1prasety0.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bud1prasety0.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bud1prasety0.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bud1prasety0.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bud1prasety0.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bud1prasety0.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bud1prasety0.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bud1prasety0.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bud1prasety0.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bud1prasety0.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bud1prasety0.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bud1prasety0.wordpress.com/528/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=528&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/21/tafsir-surat-abu-lahab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f434e3d064e974c29cb8621ed73ef227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bud1prasety0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapankah Idul Adha yang Benar?</title>
		<link>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/18/kapankah-idul-adha-yang-benar/</link>
		<comments>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/18/kapankah-idul-adha-yang-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2010 01:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Arafah]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[MABIMS]]></category>
		<category><![CDATA[mathla']]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bud1prasety0.wordpress.com/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[Banyak pertanyaan diajukan kepada kami, berkenaan dengan perbedaan shalat Id Adha dan puasa Arafah tahun ini. Untuk tidak memperpanjang kalam, di sini tidak kami sebutkan pertanyaan satu per satu. Meskipun shalat Id Adha dan puasa Arafah sudah berlalu, akan kami jelaskan masalah ini agar bisa difahami konsepnya sehingga kelak, bisa menyikapi perbedaan dengan arif. Umat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=524&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Banyak pertanyaan diajukan kepada kami, berkenaan dengan perbedaan shalat Id Adha dan puasa Arafah tahun ini. Untuk tidak memperpanjang kalam, di sini tidak kami sebutkan pertanyaan satu per satu. Meskipun shalat Id Adha dan puasa Arafah sudah berlalu, akan kami jelaskan masalah ini agar bisa difahami konsepnya sehingga kelak, bisa menyikapi perbedaan dengan arif.</p></blockquote>
<p>Umat Islam saat ini berbeda dalam menjalankan Idul Adha dan puasa Arafah karena perbedaan dalam menentukan kriteria penentuannya. Ada kriteria yang berkembang di tengah umat Islam, pertama kriteria penanggalan hijriyah sesuai mathla’ masing-masing negeri dan kedua kriteria wukuf di Arafah.<span id="more-524"></span></p>
<p>Penetapan puasa Arafah dan Idul Adha yang menggunakan kriteria penanggalan menyatakan bahwa puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah dan Idul Adha tanggal 10-nya. Sementara itu para pengguna kriteria wukuf di Arafah sebagai penetapan hari Arafah, tanggal, menyatakan bahwa apabila jama’ah haji telah menunaikan wukuf di Arafah, maka hari itu disebut hari Arafah, sehingga bagi kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji disunnahkan untuk berpuasa hari Arafah.</p>
<p>Alasan golongan yang menggunakan kriteria penanggalan, seperti yang dikemukakan oleh Prof. T. Djamaluddin, Hari Arafah hanya penamaan hari pada 9 Dzulhijjah, sama halnya dengan Yaum Nahar untuk 10 Dzulhijjah, dan Yaum Tasyrik untuk 11-13 Dzulhijjah. Sementara itu golongan yang menggunakan kriteria wukuf mengatakan, bahwa hari Arafah itu adalah penamaan hari di mana jama’ah haji sedang melakukan wukuf. Memang wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah dengan penetapan tanggal oleh Kerajaan Saudi Arabia. Meskipun demikian, bagi negeri-negeri kaum muslimin yang lain tinggal menyesuaikan saja dengan keputusan Saudi sehingga saat jama’ah haji wukuf, mereka berpuasa.</p>
<p>Dalil yang digunakan untuk mendasari kriteria wuquf adalah,</p>
<p>فِطْرُكُمْ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ وَأَضْحَاكُمْ يَوْمَ تُضَحُّوْنَ، وَعَرَفَةُ يَوْمَ تُعَرِّفُوْنَ</p>
<p>Hari Raya Idul Fitri kalian adalah hari ketika kalian berbuka (usai puasa Ramadhan), dan Hari Raya Idul Adha kalian adalah hari ketika kalian menyembelih kurban, sedangkan Hari Arafah adalah hari ketika kalian (jamaah haji) berkumpul di Arafah. (HR asy-Syafi’I dan al-Baihaqi)</p>
<p>Adapun golongan yang menggunakan kriteria penanggalan, memahami hadits di atas, bahwa hari Arafah itu adalah nama tanggal dan penanggalan masing-masing negeri didasarkan kepada mathla’ (tempat terbit)nya hilal masing-masing. Dengan mempertimbangkan perbedaan mathla’ inilah maka penanggalan satu negara dengan negara yang lain bisa berbeda. Sebab dasar penentuan awal bulan adalah tampaknya hilal, sebagaimana dijelaskan dalam hadits;</p>
<p>صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ</p>
<p>“Berpuasalah karena kalian melihatnya (hilal) maka, dan berbukalah karena kalian melihatnya” (HR al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Selain dengan hadits ini, Dari Kuraib, bahwasannya Ummu Fadhli, puteri Harits, mengutusnya (Kuraib) menemui Mu&#8217;awiyah di Syam. Kuraib berkata, &#8220;Aku tiba di Syam dan menyelesaikan urusannya (Ummu Fadhl). Ternyata Ramadhan tiba dan aku masih di Syam. Aku melihat hilal Ramadhan pada malam Jumat. Aku masuk Madinah pada akhir Ramadhan. &#8216;Abdullah bin &#8216;Abbas bertanya kapan aku melihat hilal Ramadhan. Kukatakan aku melihatnya pada malam Jumat. Ibnu &#8216;Abbas bertanya apakah aku melihat sendiri hilal. Kujawab aku melihatnya, begitu juga orang-orang. Mereka berpuasa dan begitu juga Mu&#8217;awiyah. Ibnu &#8216;Abbas mengatakan bahwa dia melihat hilal Ramadhan pada malam Sabtu sehingga akan menggenapkan puasa tigapuluh hari atau hingga hilal Syawal terlihat. Aku bertanya tidak cukupkah kita berpedoman pada rukyat dan puasa Mu&#8217;awiyah. Ibnu &#8216;Abbas menjawab, &#8220;Tidak, sebab demikianlah Rasulullah memerintahkan.&#8221; (HR Muslim, An-Nasai, dan Abu Dawud)</p>
<p>Oleh golongan yang menggunakan kriteria penanggalan, hadits-hadits tentang penetapan awal puasa ini digunakan untuk menetapkan seluruh bulan, termasuk bulan Dzulhijjah. Sehingga, memungkinkan terjadinya perbedaan hari Arafah antara satu negara dengan negara yang lain.</p>
<p>Sedangkan oleh golongan yang menggunakan kriteria wukuf, hadits-hadits penetapan awal puasa ini hanya digunakan untuk menentukan awal puasa, tidak untuk menentukan hari Arafah. Sedangkan untuk menentukan puasa Arafah dan Idul Adha adalah hadits yang disebutkan oleh asy-Syafi’i dan al-Baihaqi di atas. Akibatnya, golongan ini tidak mempedulikan kapan masuknya bulan Dzulhijjah menurut mathla’ negerinya, tetapi mereka akan mengikut saja kepada ketetapan Saudi tentang awal masuknya bulan Dzulhijjah.</p>
<p>Namun para pengikut kriteria penanggalan itu pun tidak sama dalam menentukan standar pergantian bulan. Ada madzhab rukyat global, rukyat lokal, imkanu rukyat, ada pula wujudul hilal, dan ada pula ijtima’ qablal ghurub. Namun yang dominan untuk kasus penetapan dzulhijjah di negeri kita ini ada dua madzhab saja, madzhab wujudul hilal yang direpresentasi oleh Muhammadiyah, dan madzhab imkanu rukyat yang digunakan oleh Pemerintah RI.</p>
<p>Wujudul hilal adalah penetran pergantian bulan jika dalam perhitungan (hisab) ketika matahari tenggelam bulan suda hada di atas ufuk, berapapun besarnya, maka dianggap telah terjadi perubahan bulan. Sementara imkanu rukyat artinya penentuan pergantian bulan jika hilal (bulan sabit) memungkinkan untuk bisa dirukyat. Negara-negara di Asia Tenggara (MABIMS) telah menyepakati bahwa hilal akan bisa dirukyat bila terpenuhi beberapa syarat berikut;</p>
<p>(1)· Ketika Matahari terbenam, ketinggian Bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan<br />
(2). Jarak lengkung Bulan-Matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau<br />
(3)· Ketika Bulan terbenam, umur Bulan tidak kurang dari 8 jam selepas konjungsi/ijtimak.</p>
<p>Pada tahun ini, 1431 H, tinggi hilal dari Yogyakarta pada saat matahari tenggelam hari Sabtu 6 Nopember 2010 diperkirakan 1°17&#8242; di atas ufuk. Angka tersebut dalam pandangan wujudul hilal, telah memenuhi syarat pergantian bulan, sehingga mereka menentukan awal bulan Dzulhijjah pada hari Ahad. Sementara itu dalam pandangan imkanu rukyat, tinggi hilal seperti itu belum dipandang memenuhi syarat untuk dilihat sehingga  ditetapkan istikmal, dan awal bulan Dzulhijjah adalah hari senin, 8 Nopember 2010. Konon ada beberapa orang yang hari sabtu sore bisa melihat hilal di Jakarta, namun jika pengakuan itu kondisi hilal, secara hisab, masih belum memenuhi syarat imkanu rukyat, maka pengakuan itu ditolak.</p>
<p>Saudi, dalam penetran tanggal dikenal mengikuti madzhab rukyat. Keistimewaan rukyat saudi ini, mengabaikan hasil-hasil perhitungan (hisab). Alasannya sederhana, karena Rasulullah saw memerintahkan untuk melihat hilal, tidak untuk menghitungnya. Karena itulah meskipun secara hisab, di Saudi pada tahun ini, hilal juga belum memenuhi standar imkanu rukyat sebagaimana yang dipersyaratkan MABIMS, namun kesaksian seseorang tetap bisa ditetapkan. Dan kebetulan pada rukyat sabtru sore di saudi ada yang mengaku bisa melihat hilal, Karena itulah Saudi mengumumkan awal bulan Dzulhijjah pada hari ahad 7 Nopember 2010.</p>
<p>Akibat selanjutnya bisa diketahui, semua yang mengumumkan awal Dzulhijjah jatuh hari ahad, maka hari Senin 15 Nopember 2010 menunaikan shiyam hari Arafah dan keesokan harinya merayakan Idul Adha. Adapun yang menentukan awal Dzulhijjah hari Senin, maka puasa Arafah tanggal 16, dan shalat Idul Adha pada tanggal 17 Nopember 2010. Adapun para pengikut kriteria wukuf, tidak akan ambil pusing, Senin mereka ikut puasa dan pada hari Selasa mereka menunaikan shalat Idul Adha. Dari sini kita ketahui bahwa orang-orang yang menunaikan ibadah shalat Idul Adha pada hari Selasa sebenarnya memiliki latarbelakang yang bermacam-macam.</p>
<p>Meskipun demikian, semua pendapat toh memiliki dasar masing-masing. Perselisihan di antara umat ini adalah perselisihan yang masih ada di dalam koridor syar’i, sehingga semuanya bisa diterima. Yang harus diciptakan adalah suasana damai, dan toleran, serta tidak boleh saling merendahkan. Apalagi memaksa golongan lain untuk mengikuti pendapatnya. Marilah kita renungkan pesan Sufran ats-Tsauri, “Jika kamu melihat seseorang mengamalkan statu ilmu yang diperselisihkan, sementara pendapatmu berbeda dengannya, maka janganlah kamu mencegahnya.”</p>
<p>Sedangkan Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan, “Tidak seyogyanya seorang faqih menyuruh dan mengajak orang lain untuk mengikuti madzhab tertentu”. Jika mengajak saja tidak boleh, apalagi memaksa atau mengancamnya.</p>
<p>Allahu a’lam bish-Showab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bud1prasety0.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bud1prasety0.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bud1prasety0.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bud1prasety0.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bud1prasety0.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bud1prasety0.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bud1prasety0.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bud1prasety0.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bud1prasety0.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bud1prasety0.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bud1prasety0.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bud1prasety0.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bud1prasety0.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bud1prasety0.wordpress.com/524/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=524&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/18/kapankah-idul-adha-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f434e3d064e974c29cb8621ed73ef227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bud1prasety0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meneladani Kehidupan nabi Ibrahim as</title>
		<link>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/15/meneladani-kehidupan-nabi-ibrahim-as/</link>
		<comments>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/15/meneladani-kehidupan-nabi-ibrahim-as/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2010 15:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bud1prasety0.wordpress.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[Khutbah Idul Adha 1431 H di Masjid at-Taqwa, desa Ngaglik, kec. Sambi, kab. Boyolali السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله نحمده ونشكره، ونتوب إليه ونستغفره، يجزي على الحمد حمدًا وفضلاً، ويكافئ على الشكر زيادة وبِرًّا، ويدفع بالاستغفار عقوبةً ويغفر ذنبًا، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، عمَّ فضلُه العالمين، ووسع [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=510&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Khutbah Idul Adha 1431 H</p>
<p style="text-align:center;">di Masjid at-Taqwa, desa Ngaglik, kec. Sambi, kab. Boyolali</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;color:#008000;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته </span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;color:#008000;">الحمد لله نحمده ونشكره، ونتوب إليه ونستغفره، يجزي على الحمد حمدًا وفضلاً، ويكافئ على الشكر زيادة وبِرًّا، ويدفع بالاستغفار عقوبةً ويغفر ذنبًا، </span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;color:#008000;">وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، عمَّ فضلُه العالمين، ووسع إحسانُه الخلقَ أجمعين، وكتب رحمتَه للمؤمنين، </p>
<p></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;color:#008000;">وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، أنار الله &#8211; تعالى &#8211; به الطريق للسالكين، ورفع ذِكره في العالمين، وجعله حُجةً على العباد أجمعين، صلى الله وسلم وبارك عليه وعلى آله وأصحابه السادة المتقين، والغر الميامين، وعلى التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين.</span></p>
<p>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang senantiasa menganugerahkan nikmat-Nya kepada kita semua, nikmat Iman dan Islam, nikmat sehat wal afiat, sempat, serta di tengah berbagai bencana yang melanda negeri ini kita dalam keadaan selamat, dan masih banyak lagi nikmat yang tidak mungkin bisa kita ingat maupun kita catat.</p>
<p><span id="more-510"></span></p>
<p>Shalawat dan salam marilah senantiasa kita sampaikan kepada Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabat, serta para pengikutnya yang setia menjalankan syariat, hingga hari kiamat.</p>
<p>Amma ba’d</p>
<p>Allahu akbar, allahu akbar, walillahilhamd<br />
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.</p>
<p>Prosesi manasik haji yang sedang berlangsung di tanah Haram dan perayaan Idul Adha yang sedang kita peringati ini, sesungguhnya adalah menapaktilasi peri kehidupan Nabi Khalilullah Ibrahim as. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah saw</p>
<p>عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الأَضَاحِىُّ قَالَ « سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ »</p>
<p>Dari Zaid bin Arqam, bahwasannya ia berkata; Para shahabat rasulullah saw bertanya, Wahai rasulullah, Apakah Idul Adha ini? Beliau menjawab, ini adalah sunnah ayah kalian Ibrahim (HR Ibnu Majah)</p>
<p>Nabi Ibrahim as adalah seorang nabi agung yang diutus oleh Allah swt. Beliau salah satu di antara nabi-nabi yang termasuk ke dalam jajaran Ulul Azmi. Karena keagungan pribadinya, kegigihannya dalam memperjuangkan tauhid dan menda’wahkannya, Nabi Ibrahim as diangkat oleh Allah sebagai panutan seluruh alam hingga akhir zaman. Allah swt  berfirman:</p>
<p>قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ</p>
<p>Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya (al-Mumtahanan:4).</p>
<p>Allahu akbar, allahu akbar, la ilahaillallah wallahu akbar, allahu akbar walillahilhamd<br />
Ma’asyiral muslimin Arsyadakumullah</p>
<p>Banyak hal yang bisa kita teladani dari kehidupan Nabi Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; Namun pada kesempatan ini hanya kami kemukakan dua pelajaran saja;<br />
Pertama, Kegigihan beliau dalam memegang prinsip tauhid.</p>
<p>Kedudukan tauhid dalam kehidupan manusia adalah kedudukan yang sangat penting. Sebab tauhid adalah tugas pokok manusia diciptakan oleh Allah swt. Tauhid adalah tugas manusia yang utama dan pertama. Allah telah berfirman</p>
<p>وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ</p>
<p>Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembahKu (adz-Dzariyat:56)</p>
<p>Para ulama’ ahli tafsir mengartikan menyembahKu di dalam ayat tersebut dengan kata liyuwahhidun (untuk mentauhidkanKu). Penjelasan para ulama’ ini merupakan penegasan akan makna ibadah. Bahwa ibadah yang akan bernilai di sisi Allah adalah ibadah yang dilandasi tauhid. Ibadah tanpa didasari dengan tauhid ibarat shalat tanpa wudlu. Shalat tidak akan sah jika tidak didahului dengan wudlu, dan ibadah pun akan gugur jika tidak dilandasi dengan tauhid. Allah swt berfirman</p>
<p>فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا</p>
<p>Maka barangsiapa yang mengharapkan pertemuan dengan tuhannya, hendaklah ia beramal shalih, dan tidak menyekutukan dengan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya (al-kahf:110)</p>
<p>Allahu akbar, allahu akbar, la ilahaillallah wallahu akbar, allahu akbar walillahilhamd<br />
Ma’asyiral muslimin Arsyadakumullah</p>
<p>Nabi Ibrahim hidup di suatu masa, di mana negeri dipimpin oleh seorang tirani yang kejam. Selain kejam juga sangat sesat, karena mereka menyembah berhala. Saat itulah nabi Ibrahim adalah satu-satunya manusia yang menyembah Allah. Beliau harus mempraktikkan kehidupan tauhid di hadapan seluruh penduduk negeri yang musyrik.</p>
<p>Meskipun berhadapan dengan arus utama yang penuh dengan kemusyrikan, tidak sedikitpun menyurutkan nabi ibrahim untuk melakukan dakwah. Dengan sopan dan santun beliau mengajak orang tuanya untuk menyembah Allah. Dengan penuh keyakinan beliau mengajak masyarakat untuk meninggalkan berhala-berhala, untuk menyembah Allah yang maha Esa.</p>
<p>Sikap acuh tak acuh masyarakat terhadap dakwah Tauhid ini membuat nabi Ibrahim menahan geram. Saat ada kesempatan, rumah berhala yang menjadi pusat kemusyrikan beliau hancurkan. Satu per satu berhala yang ada di dalam bangunan itu beliau rusak. Hingga tinggal satu berhala terbesar, yang beliau beri hadish sebuah kapak.</p>
<p>Ketika  beliau berhadapan dengan raja Namruj, dengan gagah berani beliau menjelaskan hakekat tauhid yang sangat jelas dan tegas. Beliau bantah logika argumen syirik dengan cerdas. Dan ketika raja namruj dan kaumnya dengan terang-terangan menolak ajakan beliau, maka beliau pun berucap;</p>
<p>إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ</p>
<p>Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian, dan juga apa-apa yang kalian sembah selain dari Allah (al-Mumtahanah:60)</p>
<p>Allahu akbar, allahu akbar, la ilahaillallah wallahu akbar, allahu akbar walillahilhamd<br />
Ma’asyiral muslimin Arsyadakumullah</p>
<p>Inilah keteguhan nabi Ibrahim as dalam memegang tauhid yang harus kita teladani. Ketauhidan yang bersih, murni, dan tanpa kompromi dengan  kemusyrikan sedikit pun. Inilah sikap yang diangkat oleh Allah untuk diteladani oleh umat manusia. Dan inilah keteguhan memegang prinsip tauhid yang harus kita teladani. Tauhid yang disertai dengan pengingkaran terhadap segala jenis kemusyrikan.</p>
<p>Berpijak pada semangat yang diteladankan oleh nabi Ibrahim ini, maka ada beberapa sikap yang kita wujudkan dalam hidup kita, di antaranya adalah;</p>
<p>•	Kita harus memegang teguh prinsip tauhid ini untuk melandasi semua aktifitas hidup kita di muka bumi.</p>
<p>•	Segala bentuk kemuyrikan yang masih tersisa harus dibersihkan dari kehidupan kita dan dari masyarakat kita.</p>
<p>•	Tidak boleh ada kompromi dan rasa pekewuh terhdap segala kemusyrikan yang berkembang di dalam masyarakat.</p>
<p>•	Kita tidak boleh pasif dalam menyikapi persoalan kemusyrikan. Sebaliknya kita harus ikut serta aktif dalam menyingkairkan keyakinan syirik.</p>
<p>Kalau di sana masih ada orang yang mempercayai bahwa Gunung Merapi dikuasai oleh danyang-danyang, entah itu nyi Blorong, mBah Petruk, atau yang lainnya, maka keyakinan itu harus kita bersihkan dari kehidupan kita, dan kita harus berperan aktif dalam menyingkirkan keyakinan itu. Jika masih tersisa pada sebagian masyarakat, adanya dewa dewi yang berkuasa di sejengkal bumi, di perempatan jalan, di pekuburan, di sungai, jembatan, sawah atau yang lainnya, keyakinan yang membuat mereka mau memberikan sesaji, maka kepercayaan ini harus kita hilangkan. Dan tidak boleh ada kompromi terhadap keyakinan tersebut.</p>
<p>Allahu akbar, allahu akbar, la ilahaillallah wallahu akbar, allahu akbar walillahilhamd<br />
Ma’asyiral muslimin Arsyadakumullah</p>
<p>Hal Kedua yang bisa kita tarik pelajaran dari kehidupan Nabi Ibrahim as; bahwa beliau adalah sosok yang sangat peduli terhadap kesinambungan generasi yang dapat memperjuangkan tegaknya nilai-nilai tauhid. Hal ini tercermin ketika usia Nabi Ibrahim sudah semakin tua, kerinduannya pada generasi penerus perjuangan menjadi semakin besar dan tak pernah putusasa. Meskipun usianya sudah di atas usia produktif, beliau tetap berdo’a agar Allah swt. menganugerahkan kepadanya keturunan yang shaleh. Beliau mengatakan dalam sebuah do’anya:</p>
<p>رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (الصافات: 100)</p>
<p>” Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang-orang yang shaleh” (ash-Shoffat:100)</p>
<p>Satu hal yang harus kita ingat bahwa anak merupakan anugerah sekaligus amanah. Sebagai anugerah dari Allah swt, maka setiap orang tua harus mensyukuri kehadiran sang anak, apapun jenis kelaminnya dan bagaimanapun keadaan anak itu.</p>
<p>Dalam kaitan dengan anak sebagai generasi pelanjut, bahwa anak merupakan amanah dari Allah swt yang tidak boleh disia-siakan. Anak harus dididik dengan sebaik-baiknya sebagaimana Nabi Ibrahim dan Siti Hajar telah mendidik puteranya Ismail. Sebagai seorang isteri dari seorang suami yang aktif berjuang di jalan Allah, Ibunda Hajar memberikan perhatian kepada anaknya, Ismail dengan begitu baik. Ketika mereka berdua harus ditematkan di sebuah lembah yang tandus dan gersang, maka Bunda hajar harus berusaha mencari air sendiri. Beliau pergi hingga ke bukit Shafa lalu ke Marwa, namuntidak dijumpainya air itu. Inilah yang kemudian disebut dengan Sa’i dari Shafa ke Marwa sebanyak tujuh kali.</p>
<p>Melalui asuhan seorang ibu yang shalihah, pemuda Isma’il tumbuh dalam suasana keagamaan yang taat. Akhlak ditanamkan sedemikian rupa. Hingga akhirnya pemuda Isma’il ini menjadi pribadi yang shalih. Keshalihan ini tampak, ketika nabi ibrahim menyampaikan wahyu yang datang kepada beliau dalam bentuk mimpi;</p>
<p>فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ</p>
<p>Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: &#8220;Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!&#8221; ia menjawab: &#8220;Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar&#8221;. (ash-Shoffat;102)</p>
<p>Allahu akbar, allahu akbar, la ilahaillallah wallahu akbar, allahu akbar walillahilhamd<br />
Ma’asyiral muslimin Arsyadakumullah</p>
<p>Kita saksikan di dalam ayat tersebut, dua insan yang beriman, bertaqwa dan shalih, membangun rumah tangga yang dilandasi dengan ketaqwaan. Maka ketika mereka melahirkan generasi, mereka mendidiknya menjadi anak yang shalih. Marilah sekali lagi kita cermati kata nabi Isma’il ketika ditawarkan oleh nabi Ibrahim, “Ananda, Aku mendapatkan wahyu untuk menyembelih dirimu. Apa pendapatmu?”</p>
<p>Tanpa ada rasa takut, tanpa ada rasa khawatir, nabi isma’il mengatakan</p>
<p>يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ</p>
<p>&#8220;Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar&#8221;. (ash-Shoffat;102)</p>
<p>Menangislah Nabi Ibrahim as mendengar jawaban itu. Betapa tulusnya anak yang masih beru menginjak dewasa ini menerima perintah Allah, meskipun harus mengorbankan dirinya. Nabi Ibrahim meneteskan air mata tanda sedih bercampur bahagia. Sedih, karena merasa akan berpisah dengan anaknya. Tetapi juga bahagia ternyata anaknya begitu taat kepada Allah.</p>
<p>Allahu akbar, allahu akbar, la ilahaillallah wallahu akbar, allahu akbar walillahilhamd<br />
Ma’asyiral muslimin Arsyadakumullah</p>
<p>Pemandangan yang kita saksikan pada keluarga nabi Ibrahim ini sangat kontras dengan keluarga-keluarga yang kita temui saat ini. Nabi Ibrahim membangun rumah tangga dilandasi dengan ketaqwaan, untuk melahirkan generasi yang siap melanjutkan estafet perjuangan. Adapun sekarang, orang membangun rumah tangga kebanyakan dilandasi oleh cinta syahwat. Hanya untuk bersenang-senang belaka. Merasa bangga kalau memiliki anak banyak, meskipun ilmu agamanya tidak memadai.</p>
<p>Bagaimana tidak, ketika seseorang memilih calon pasangan hidupnya, yang menjadi pertimbangan diterimanya adalah cantik, punya kekayaan yang cukup, dan kadang-kadang juga disertai dengan pangkat sosial tertentu. Jika ada orang datang dengan kriteria tersebut, soal agama tidak ditanya. Pernahkan seorang calon pengantin ditanya berapa banyakkah hafalanmu? Bisakah Anda membaca al-Qur’an? Sungguh jika ada calon pengantin ditanya pekerjaan, itu soal biasa. Tetapi akan dikatakan aneh oleh masyarakat kita kalau ada seorang melamar lalu dites baca al-qur’annya.<br />
Padahal, untuk bisa melahirkan generasi yang shaleh, orang tuanya harus menjadi shaleh terlebih dahulu. Sangat jarang terjadi orang tua mendambakan anaknya menjadi shaleh sementara ia sendiri tidak shaleh. Hal ini karena mendidik anak harus dimulai dengan keteladanan yang baik dari lingkungan keluarganya, karenanya bagaimana mungkin orang tua bisa mendidik anak-anaknya dengan baik kalau ia sendiri tidak bisa memberi contoh yang baik.</p>
<p>Allahu akbar, allahu akbar, la ilahaillallah wallahu akbar, allahu akbar walillahilhamd<br />
Ma’asyiral muslimin Arsyadakumullah</p>
<p>Perhatian dan kepedulian terhadap kaderisasi generasi muda harus menjadi agenda utama setiap penduduk bangsa ini, karena di tangan generasi muda lah terletak masa depan yang diharapkan lebih baik dari masa kini. Generasi muda yang memiliki pemahaman agama yang baik, memiliki akhlak yang baik, dan kepribadian yang baik, itulah yang akan sanggup membangun bangsa dan Negara ini dalam arti yang sesungguhnya. Syauqy Byk, Seorang ulama’ ahli hikmah mengatakan;</p>
<p>وَإِنَّمَا الاُمَمُ الاَخْلاَقُ مَا بَقِيَتْ – فَإِنْ هُمُوا ذَهَبَتْ أَخْلاَقُهُمْ ذَهَبُوا</p>
<p>“Sesungguhnya bangsa itu jaya selama mereka mempunyai akhlak yang mulia,<br />
maka apabila akhlak yang baik telah hilang, maka hancurlah bangsa itu”.</p>
<p>Negeri kita akan bisa melepaskan kebiasaan korupsi, kolusi, dan berbagai kejahatan yang terjadi secara structural manakala akhlak terbangun dengan baik di semua lapisan masyarakat. Dan akhlak yang baik tidak akan lepas dari pemahaman dan penghayatan agama Islam yang baik pula. Dari sinilah perhatian kita akan pendidikan agama anak-anak harus ditingkatkan, agar generasi pelanjut perjuangan ini tidak pupus. Agar bangsa kita semakin dekat dengan ampunan Allah, dan masyarakat adil makmur yang diridloi Allah dapat diwujudkan di negeri Indonesia ini. Tanpa kebaikan agama masyarakatnya, mustahil Allah akan memberikan anugerah masyarakat yang diridloi. Marilah kita simak firman Allah</p>
<p>وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ</p>
<p>Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (al-A’raf:96)</p>
<p>وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ</p>
<p>Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. (an-Nur:55)</p>
<p>Allahu akbar, allahu akbar, la ilahaillallah wallahu akbar, allahu akbar walillahilhamd<br />
Ma’asyiral muslimin Arsyadakumullah</p>
<p>Kita simak di dalam ayat-ayat di atas, Allah menjanjikan kebaikan suatu negeri apabila penduduknya beriman dan bertaqwa. Kebaikan itu di antaranya adalah, teguhnya agama Islam di tengah masyarakat, terciptanya keamanan dan kesentosaan. Juga turunnya berkah dari langit, dan dari bumi. Tetapi jika penduduk negeri ini tidk beriman dan bertaqwa, yang akan diturunkan adalah berbagai bencana. Na’udzubillahi min dzalik. Karena itulah, persoalan pendidikan untuk melahirkan generasi yang shalih dan bertaqwa, yang beraqidah kuat, beribadah tekun dan berakhlak mulia marilah kita jadikan priorotas dalam penyiapan masa depan bangsa kita. Untuk semua itu, kita harus memulai dari diri kita, membina diri kita untuk lebih mencintai agama Allah yang telah diridloi ini. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita semua.</p>
<p>Allahu akbar, allahu akbar, la ilahaillallah wallahu akbar, allahu akbar walillahilhamd<br />
Ma’asyiral muslimin Arsyadakumullah</p>
<p>Selanjutnya, marilah kita kembali kepada Allah, meninggalkan dosa-dosa kita dan bertekad untuk lebih kuat memegang tata aturan yang telah diturunkan kepada nabi kita, Nabi Muhammad saw. Marilah kita bertekad untuk senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi laranganNya. Marilah kita memohon ampunan kepada Allah atas semua dosa kita, memohon semoga Allah berkenan memberikan kebaikanNya bagi kita semua di dunia maupun di akhirat</p>
<p>اَللّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعَا إِلَى اللهِ بِدَعْوَةِ اْلإِسْلاَمِ وَمَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّةِ رَسُوْلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحسْاَنٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.<br />
اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنَهُمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَاجْعَل فِي قُلُوْبِهِم الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ إِلهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ<br />
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنا وَأَصْلِحْ لنا دُنْيَانا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لنا آخِرَتنا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لنا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لنا مِنْ كُلِّ شَرٍّ<br />
اللّهُمَّ لا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لايَخَافُكَ وَلا يَرْحَمُنَا, اللّهُمَّ انْصُرِ المُجَاهِدِيْنَ الَّذِيْنَ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِكَ فِيْ كُلِّ زَمَانٍ وَمَكَانٍ , اللّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانِنَا المُسْلِمِيْنَ فِى عِرَاق وَفِى فَلَسْطِين وَفِى لبنان وَفِى سوريا وَفِى كَشْمِيْر وَفِى الهِنْد وفى أفغانستانِ وَفِى شِيْشَان وَفِى جَنُوْبِ بِلِيِبين وَفِى صومال وفى تايلند وَفِى بَلَدِنَا أندونيسيا<br />
اللّهُمَّ يَا مُنْزِلَ الكِتَابِ وَ يَا مُجْرِيَ السَّحَابِ وَ يَاهَازِمَ الأحْزَابِ اِهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ,<br />
اللّهُمَّ عَلَيْكَ بِاليَهُوْدِ وَمَنْ وَالاهُمْ, اللّهُمَّ عَلَيْكَ بِالنَّصَارَى وَمَنْ وَالاهُمْ, اللّهُمَّ عَلَيْكَ بِالهُنَوْدِ وَمَنْ وَالاهُمْ, اللّهُمَّ عَلَيْكَ بِالأمِيرِكَان وَمَنْ وَالاهُمْ, اللّهُمَّ عَلَيْكَ بِالِبرِيطَان وَمَنْ وَالاهُمْ,<br />
اللّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَحْزَابِ المُشْرِكِيْنَ الطَّاغِيْنَ الظَّالِمِيْنَ وَمَنْ وَالاهُمْ, اللّهُمَّ دَمِّرْهُمْ تَدْمِيْرًا وَ تَبِّرْهُمْ تَتْبِيْرًا وَاجْعَلْهُمْ هَبَاءً مَنْثُوْرًا اللّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ دِيْنَكَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ دِيْنَكَ ,<br />
اللّهُمَّ أَعِزَّ الإسْلامَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَذِّلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُؤْمِنِيْنَ . اللّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاتَنَا وَقِيَامَنَا وَجَمِيْعَ حَسَنَاتِنَا وَاجْعَلْهَا خَالِصَةً لِوَجْهِكَ الكَرِيْم<br />
ربنا هب لنا من أزواجنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما<br />
ربنا ءاتنا فى الدنيا حسنة وفى الاءخرة حسنة وقنا عذاب النار .<br />
وصلى الله على محمد وعلى ءاله وصحبه اءجمعين . والحمدلله رب العالمين<br />
تقبل الله منا ومنكم<br />
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Budi Prasetyo<br />
PPMI Assalaam, 10 Dzulhijjah 1431 H/16 Nopember 2010 M</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bud1prasety0.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bud1prasety0.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bud1prasety0.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bud1prasety0.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bud1prasety0.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bud1prasety0.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bud1prasety0.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bud1prasety0.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bud1prasety0.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bud1prasety0.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bud1prasety0.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bud1prasety0.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bud1prasety0.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bud1prasety0.wordpress.com/510/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=510&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/15/meneladani-kehidupan-nabi-ibrahim-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f434e3d064e974c29cb8621ed73ef227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bud1prasety0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amaliyah 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah</title>
		<link>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/11/amaliyah-10-hari-awal-bulan-dzulhijjah/</link>
		<comments>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/11/amaliyah-10-hari-awal-bulan-dzulhijjah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 19:45:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[amal shalih]]></category>
		<category><![CDATA[Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[Korban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bud1prasety0.wordpress.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini kita sudah memasuki sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Arab Saudi menetapkan tanggal satu bulan Dzulhijjah ini pada hari Ahad, karena pada hari sabtu sudah ada yang bisa melihat hilal. Sementara itu Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkannya pada hari Senin, sebab pada hari Sabtu sore para ahli rukyat negeri ini belum bisa melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=503&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini kita sudah memasuki sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Arab Saudi menetapkan tanggal satu bulan Dzulhijjah ini pada hari Ahad, karena pada hari sabtu sudah ada yang bisa melihat hilal. Sementara itu Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkannya pada hari Senin, sebab pada hari Sabtu sore para ahli rukyat negeri ini belum bisa melihat hilal. Persyarikatan Muhammadiyah juga menetapkan awal Dzulhijjah hari ahad, karena kriteria awal bulan menurut persyarikatan ini adalah wujudul hilal, bukan rukyatul hilal.<span id="more-503"></span></p>
<p>Sepuluh hari pertama di bulan dzul hijjah adalah hari-hari yang sangat diagungkan di dalam Islam. Allah berfirman</p>
<p dir="rtl">وَالْفَجْرِ . وَلَيَالٍ عَشْرٍ) الفجر:1-2(</p>
<p>Demi fajar, dan malam yang sepuluh</p>
<p>Para ulama’ berbeda-beda dalam memahami malam yang sepuluh. Al-Qur’an dan terjemahan Departemen Agama RI memberikan catatan pada kata “malam yang sepuluh sebagai berikut, “Malam yang sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. dan ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram Termasuk di dalamnya hari Asyura. ada pula yang mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama bulan Zulhijjah.”</p>
<p>Ibnu Abbas berpendapat, Malam yang sepuluh itu adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Pendapat ini diikutioleh ulama’-ulama’ lain dan dinyatakan pendapat yang paling kuat dan paling shahih oleh Ibnu katsir. Alasan menguatkan pendapat ini adalah adanya hadits;</p>
<p dir="rtl">عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ قَالُوا وَلَا الْجِهَادُ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ</p>
<p>Dari Ibnu &#8216;Abbas dari Nabi saw, beliau bersabda: &#8220;Tidak ada amal yang lebih utama pada hari-hari (tasyriq) ini selian berkurban.&#8221; Para sahabat berkata, &#8220;Tidak juga jihad?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi.&#8221; (HR al-Bukhari)</p>
<p>Senada dengan riwayat al-Bukhari, al-Bazzar juga meriwayatkan dengan teks yang berbeda</p>
<p dir="rtl">أفضلُ أيامِ الدُّنْيا أيامُ العَشْرِ</p>
<p>Seutama-utama hari di dunia adalah hari yang sepuluh (HR al-Bazzar, dan dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani)</p>
<p>Sepuluh hari inilah yang disebut dengan hari-hari tertentu di dalam firman Allah</p>
<p dir="rtl">وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأَنْعَامِ) الحج:28. (</p>
<p>Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.</p>
<p>Ibnu Abbas menafsirkan ayyam ma’lumat pada ayat ini dengan sepuluh hari di awal bulan Dzulhijjah.</p>
<p>Diutamakannya sepuluh hari awal bulan Dzuhijjah karena di dalamnya ada hari ‘Arafah. Juga karena di dalamnya ada hari raya Qurban, sebagaimana sabda Rasulullah saw.</p>
<p dir="rtl">إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya hari yang teragung di sisi Allah tabaraka wa ta&#8217;ala adalah hari Nahr (Hari Raya Kurban), kemudian hari setelah hari al-Qarr.&#8221; (HR Ahmad dan Abu Dawud, dinyatakan shahih oleh al-Albani)</p>
<p>Hari al-Qarr adalah tanggal 11, dimana jama’ah haji menetap di Mina.</p>
<p>Ibnu Hajar menambahkan, “Di antara sebab utamanya hari-hari itu adalah karena pada hari-hari tersebut terkumpul beberapa peribadatan penting, yaitu shalat, puasa, haji, shodaqoh, Kurban dan lain-lain. Ibadah-ibadah tersebut jarang terkumpul dalam satu masa seperti pada sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah.</p>
<p>Demikianlah riwayat-riwayat yang menjelaskan keutamaan sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah. Namun sayang, kebanyakan kaum muslimin kurang memperhatikannya. Jika kita telah menyadari keutamaan hari-hari itu hendaklah bangkit untuk memperbanyak amal, di antaranya adalah;</p>
<p>1- Bersyukur kepada Allah.</p>
<p>Umur panjang hingga bisa memasuki hari-hari yang terutama ini adalah nikmat besar yang harus disyukuri. Panjang umur adalah kesempatan untuk beramal. Dan panjangnya umur yang disertai dengan amal shalih adalah sebuah nikmat yang sangat agung.</p>
<p dir="rtl">عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ: &#8220;يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ؟&#8221;، قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ</p>
<p>Dari Abdillah bin Busr, bahwa seorang Baduwi bertanya, Wahai Rasulullah, siapakh manusia yang terbaik itu? Beliau menjawab, orang yang panjang umurnya dan baik amalnya (HR Ahmad dan at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani)</p>
<p>Hadits ini dikuatkan lagi dengan riwayat lain</p>
<p dir="rtl">عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَدَّادٍ أَنَّ نَفَرًا مِنْ بَنِي عُذْرَةَ ثَلَاثَةً أَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْلَمُوا قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَكْفِنِيهِمْ قَالَ طَلْحَةُ أَنَا قَالَ فَكَانُوا عِنْدَ طَلْحَةَ فَبَعَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْثًا فَخَرَجَ أَحَدُهُمْ فَاسْتُشْهِدَ قَالَ ثُمَّ بَعَثَ بَعْثًا فَخَرَجَ فِيهِمْ آخَرُ فَاسْتُشْهِدَ قَالَ ثُمَّ مَاتَ الثَّالِثُ عَلَى فِرَاشِهِ قَالَ طَلْحَةُ فَرَأَيْتُ هَؤُلَاءِ الثَّلَاثَةَ الَّذِينَ كَانُوا عِنْدِي فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ الْمَيِّتَ عَلَى فِرَاشِهِ أَمَامَهُمْ وَرَأَيْتُ الَّذِي اسْتُشْهِدَ أَخِيرًا يَلِيهِ وَرَأَيْتُ الَّذِي اسْتُشْهِدَ أَوَّلَهُمْ آخِرَهُمْ قَالَ فَدَخَلَنِي مِنْ ذَلِكَ قَالَ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا أَنْكَرْتَ مِنْ ذَلِكَ لَيْسَ أَحَدٌ أَفْضَلَ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ مُؤْمِنٍ يُعَمَّرُ فِي الْإِسْلَامِ لِتَسْبِيحِهِ وَتَكْبِيرِهِ وَتَهْلِيلِهِ</p>
<p>dari Abdullah bin Syaddad bahwa beberapa orang dari Bani &#8216;Udzrah -yaitu sekitar tiga orang- menemui Nabi saw lalu mereka masuk Islam. Abdullah bin Syaddad berkata; Nabi saw bertanya: &#8220;Siapa yang akan menanggung biaya hidup mereka?&#8221; Thalhah menjawab; &#8220;Saya.&#8221; Maka mereka menetap di (rumah) Thalhah. Kemudian Nabi saw mengutus satu pasukan, salah seorang dari mereka ikut keluar bersama mereka dan mati syahid. Kemudian beliau mengutus satu pasukan lagi dan yang lainnya ada yang ikut berangkat dan mati syahid juga, sedang orang yang ketiga meninggal di atas tempat tidurnya. Thalhah berkata; &#8220;Saya bermimpi bahwa mereka bertiga yang menetap (rumah) ku berada di syurga. Saya melihat bahwa yang meninggal di atas tempat tidurnya berada di paling depan mereka, sedangkan orang yang mati syahid paling akhir di belakangnya, dan saya melihat orang yang mati syahid pertama kali berada di paling terakhir dari mereka bertiga. Hal itu menggangguku, kemudian saya menemui Nabi saw dan menyampaikan hal itu. Rasulullah saw bersabda: &#8220;Apa yang kamu ingkari dari hal itu? tidak ada seorangpun yang lebih utama di sisi Allah daripada seorang mukmin yang dipanjangkan umurnya dalam keadaan Islam karena bacaan tasbihnya, takbirnya dan tahlilnya.&#8221; (HR Ahmad)</p>
<p>Hadits riwayat Ahmad ini menunjukkan bahwa amal shalih akan meningkatkan derajat seseorang. Semakin panjang umur seseorang yang diisi dengan amal shalih, maka akan semakin tinggi derajatnya. Karena itulah dalam menyukuri nikmat ini adalah dengan memperbanyak ketaatan kepadaNya. Dan inilah watak seorang mukmin berdasarkan hadits</p>
<p dir="rtl">وَإِنَّهُ لا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلا خَيْرًا</p>
<p>Dan sesungguhnya umur seorang mukmin itu tidak akan bertambah melainkan akan menambah kebaikan (HR Muslim)</p>
<p>2- Memperbaharui taubat</p>
<p>Taubat adalah tugas manusia dalam hidupnya, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu rajab al-Hanbali, ”Allah mencintai orang-orang yang bertaubat, dan Allah bergembira dengan taubatnya seorang hambaNya. Karena itu seorang manusia senantiasa ada dalam kebutuhan untuk bertaubat. Dan ini adalah pintu kebahagiaan seorang hamba.</p>
<p>3- Puasa</p>
<p>Pusa adalah salah satu amal yang sangat utama. Beliau senantiasa menunaikan puasa pada tanggal 9 dzulhijjah, sebagaimana dijelaskan oleh para isteri beliau;</p>
<p dir="rtl">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنْ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ</p>
<p>Rasulullah saw berpuasa pada tanggal sembilan Bulan Dzul Hijjah, serta pada Hari &#8216;Asyura` serta tiga hari dari setiap bulan, dan hari Senin serta Kamis pada setiap bulan. (HR Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad)</p>
<p>Tangal 9 Dzulhijjah adalah hari Arafah. Saat itu kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan haji sangat dianjurkan untuk berpuasa, dan kepada mereka Rasulullah saw menjanjikan akan diampuni dsa-dosanya selama dua tahun</p>
<p dir="rtl">صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ</p>
<p>Puasa pada hari Arafah, aku memohon pula kepada Allah, agar puasa itu bisa menghapus dosa setahun setahun penuh sebelumnya dan setahun sesudahnya. (HR Muslim)</p>
<p>4- Memperbanyak Shalat.</p>
<p>Shalat adalah ibadah agung di dalam Islam. Bahkan Rasulullah menjadikan shalat sebagai penyejuk hatinya.</p>
<p>Yang terutama dalam shalat ini adalah menunaikan shalat lima waktu dengan penuh keikhlasan dan kekhusyu’an. Lalu meningkatkan lagi dengan shalat-shalat sunnah. Dan jangan sampai ketinggalan, shalat hari raya berjama’ah.</p>
<p>5- Banyak berdzikir</p>
<p>Rasulullah saw bersabda;</p>
<p dir="rtl">مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلاَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّحْمِيدِ وَالتَّكْبِيرِ</p>
<p>&#8220;Tidak ada satu hari yang pahala dihari itu lebih besar di sisi Allah dan beramal di hari itu lebih dicintai di sisi Allah daripada sepuluh hari ini. Oleh sebab itu perbanyaklah kalian bertahlil, bertakbir dan bertahmid&#8221;. (HR Ahmad)</p>
<p>6- Shadaqah</p>
<p>Allah berfirman;</p>
<p dir="rtl">مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً</p>
<p>Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. (al-Baqarah:245)</p>
<p>Demikian pula sabda Rasulullah saw</p>
<p dir="rtl">اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ</p>
<p>Bertaqwalah kepada Allah, meskipun hanya dengan sebiji korma (Muttafaq ‘alaih)</p>
<p>Apalagi di masa banyak bencana yang datang, dan anyak orang berada dalam kesusahan, kesempatan ini harus dimanfaat sebaik-baiknya untuk mengeruk pahala dari Allah swt.</p>
<p dir="rtl">وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ</p>
<p>Siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari qiyamat (HR al-Bukhari dan Muslim, dengan lafadz mengikuti al-Bukhari)</p>
<p>7- Haji bagi yang mampu</p>
<p>Ibadah haji bagi orang yang mampu adalah ibadah yang sangat besar pahalanya, Nabi saw bersabda</p>
<p dir="rtl">تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلَّا الْجَنَّةُ</p>
<p>&#8220;Lakukanlah haji dan umrah dalam waktu yang berdekatan, karena keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan menghapus dosa sebagaimana al kir menghilangkan karat besi, emas dan perak. Tidak ada balasan haji mabrur kecuali syurga.&#8221; (HR at-Tirmidzi)</p>
<p dir="rtl">وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلا الْجَنَّةُ</p>
<p>Tidak ada balasan haji mabrur kecuali syurga.&#8221; (HR al-Bukhari dn Muslim)</p>
<p>Adapun orang yang belum mampu melakukan haji, Allah telah memberikan pahala sebesar pahala berhaji dengan melakukan beberapa amal shalih, di antaranya adalah;</p>
<p>- menghadiri shalat Jum’at secara berjama’ah. Rasulullah saw bersabda</p>
<p dir="rtl">مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً</p>
<p>Barangsiapa yang mandi seperti mandi janabah pada hari jum&#8217;at, kemudian ia pergi ke masjid pada waktu yang pertama, maka pahalanya seperti pahala berkurban seekor unta (Muttafaq ‘alaih)</p>
<p>Sa’id bin Musayyab berkata; Hal itu lebih aku sukai daripada ibadah haji sunnah.</p>
<p>- Menghadiri shalat Jama’ah dan melakukan shalat dhuha, Sabda Rasulullah saw.</p>
<p dir="rtl">مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ، وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لاَ يَنْصِبُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang haji yang sedang ihram, dan barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk melaksanakan shalat Dluha, dia tidak mempunyai niat kecuali itu, maka pahalanya seperti orang yang sedang umrah. (HR Abu Dawud)</p>
<p>-         Shalat Subuh berjama’ah, lalu tetap tinggal di tempat shalat hingga terbitnya matahari kemudian shalat dhuha dua rekaat.</p>
<p dir="rtl">عن أنس -رضي الله عنه- قال: قال -صلى الله عليه وسلم مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ</p>
<p>dari Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah saw bersabda: &#8220;Barang siapa yang shalat subuh berjama&#8217;ah kemudian duduk berdzikir sampai matahari terbit yang dilanjutkan dengan shalat dua raka&#8217;at, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah.&#8221; dia (Anas ra) berkata, Rasulullah bersabda: &#8220;Sempurna, sempurna, sempurna. (HR at-Tirmidzi)</p>
<p>- Pergi ke masjid untuk mengajarkan ilmu atau untuk mempelajari kebaikan dengan niat yang ikhlas.</p>
<p dir="rtl">عن أبي أمامة عن النبي صلى الله عليه وسلم مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ؛ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًا حَجَّتُهُ</p>
<p>Dari Abu Umamah, dari Nabi saw, “Barangsiapa pagi-pagi pergi ke masjid tidak ada yang diinginkan melainkan untuk belajar kebaikan atau mengajarkanya, maka baginya pahala seperti pahala haji yang sempurna hajinya (HR at-Thabrani, di dalam Mu’jam al-Kabir, dinyakan hasan shahih oleh syaikh al-Albani)</p>
<p>8- <a title="Panduan Korban" href="http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/10/10/panduan-korban-udlhiyyah/" target="_blank">Berkorban</a></p>
<p>Ini adalah salah satu syi’ar Islam yang agung. Dengan berkorban kita membuktikan tauhid kita, dan sekaligus mengingatkan kita untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah kita peroleh. Berkorban juga berarti berbagi kebahagiaan dengan orang lain di hari raya.</p>
<p>Korban ini lebih utama dan lebih baik daripada shadaqah dengan harga yang nilainya sama dengan harga berkorban. Imam Ahmad berkata, “Aqiqah lebih utama daripada shadaqah yang senilai dengan harga aqiqah”</p>
<p>Ibnu Mundzir berkata, “Benarlah Imam Ahmad, menghidupkan sunnah, dan mengikuti sunnah lebih utama”</p>
<p>Bagi orang yang sudah berniat untuk berkorban, jika ia telah memasuki awal bulan Dzulhijah, maka dianjurkan untuk tidak memotong kuku dan rambutnya</p>
<p dir="rtl">عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا</p>
<p>Dari Ummu Salamah bahwa Nabi saw bersabda: &#8220;Jika telah tiba sepuluh (dzul Hijjah) dan salah seorang dari kalian hendak berkurban, maka janganlah mencukur rambut atau memotong kuku sedikitpun (HR Muslim)</p>
<p>9- Jangan sampai melalaikan hari raya dan hari tasyriq, Rasulullah saw bersabda;</p>
<p dir="rtl">إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- يَوْمُ النَّحْرِ، ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya hari yang teragung di sisi Allah tabaraka wa ta&#8217;ala adalah hari Nahr (Hari Raya Kurban), kemudian hari setelah hari al-Qarr (hari tasyriq).&#8221; (HR Ahmad dan Abu Dawud, dinyatakan shahih oleh al-Albani)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bud1prasety0.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bud1prasety0.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bud1prasety0.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bud1prasety0.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bud1prasety0.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bud1prasety0.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bud1prasety0.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bud1prasety0.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bud1prasety0.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bud1prasety0.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bud1prasety0.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bud1prasety0.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bud1prasety0.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bud1prasety0.wordpress.com/503/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=503&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/11/amaliyah-10-hari-awal-bulan-dzulhijjah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f434e3d064e974c29cb8621ed73ef227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bud1prasety0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Menilai mBah Marijan</title>
		<link>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/04/498/</link>
		<comments>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/04/498/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 14:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[juru kunci]]></category>
		<category><![CDATA[mBah Marijan]]></category>
		<category><![CDATA[Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Roro Kidul]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bud1prasety0.wordpress.com/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Nama mBah Marijan mulai mencuat ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak tahun 2006. Latar belakang yang menyebabkan melambungnya nama mBah Marijan adalah sikapnya yang kukuh tidak mau mengungsi dari rumahnya di Kinahrejo ketika Gunung Merapi dalam keadaan kritis dan siap meletus. Dan saat terjadi letusan, kampung mBah Marijan, yang terletak 4 km dari puncak gunung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=498&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nama mBah Marijan mulai mencuat ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak tahun 2006. Latar belakang yang menyebabkan melambungnya nama mBah Marijan adalah sikapnya yang kukuh tidak mau mengungsi dari rumahnya di Kinahrejo ketika Gunung Merapi dalam keadaan kritis dan siap meletus. Dan saat terjadi letusan, kampung mBah Marijan, yang terletak 4 km dari puncak gunung selamat.</p>
<p>Saat itulah mBah Marijan yang nama lengkapnya Mas Penewu Surakso Hargo, lahir 83 tahun silam, mendapat sorotan media secara luas. Dan berkat ketegarannya melaksanakan amanah Hamengkubuwono IX itulah juru kunci merapi ini kemudian dikontrak oleh salah satu perusahaan minuman berenergi untuk menjadi bintang iklannya.<span id="more-498"></span></p>
<p>Istilah juru kunci, bukan berarti tukang buat kunci, atau petugas pembawa kunci. Istilah ini biasanya merupakan suatu sebutan kehormatan yang diberikan kepada seseorang yang bertugas menjaga situs budaya yang dikeramatkan oleh warga.</p>
<p>Gunung merapi dalam masyarakat jawa memiliki mitos tersendiri. Gunung Merapi dalam masyarkat jawa dipandang sebagai salah satu kerajaan Ghaib yang terletak di sebelah utara keraton Jogjakarta. Sementara di sebelah selatan Kraton juga ada kerajaan gaib, yaitu kerajaan Pantai Selatan dengan ratunya yang dikenal sebagai Nyi Roro Kidul. Dan selanjutnya, antara Merapi, Kraton Jogja dan parangkusumo bisa ditarik garis imajiner, yang diyakini sebagai penyeimbang pulau jawa.</p>
<p>Damarjati Supajar, seorang ahli filsafat jawa, menyatakan bahwa sebenarnya posisi-posisi itu hanyalah kebetulan saja. Namun dibalik kebetulan itu tersimpan kearifan lokal yang tidak boleh diabaikan. Di antara kearifan lokal yang tersimpan adalah keseimbangan antara api (gunung merapi) dan air (laut selatan). Dalam bahasa lain, manusia hidup harus selaras dan harmonis dengan alam.</p>
<p>Gambaran singkat ini menunjukkan betapa pentingnya gunung Merapi dalam pandangan budaya kraton Jogjakarta, sehingga untuk menjaga kelestarian budaya ini diperlukan juru kunci. Adapun tugas juru kunci, yang paling utama adalah menjaga tradisi-tradisi mistis yang berkaitan dengan gunung itu. Sehingga realisasi dari tugas mBah Marijan saat itu adalah memimpin berbagai upacara selamatan yang berkaitan dengan Gunung merapi.</p>
<p>Pada akhir bulan oktober 2010, ketika Gunung Merapi dinyatakan awas oleh petugas volkanologi, dan penduduk yang tinggal di sekitar gunung Merapi diperintahkan untuk mengungsi, kembali mBah Marijan menyatakan keberatannya untuk mengungsi. Namun menurut beberapa sumber, Sore hari tanggal 26 oktober 2010, setelah tanda-tanda akan meletusnya Merapi sudah begitu dekat dan badan ilmiah untuk kegunugapian itu meminta petugas memaksa penduduk untuk mengungsi, konon mBah Marijan pun mau. Tetapi beliau akan melaksanakan shalat maghrib dahulu, sebelum mengungsi. Sayang, belum lagi selesai menunaikan shalat Maghrib, wedus gembel segera menerjangnya hingga mBah Marijan meninggal dunia dalam keadaan bersujud.</p>
<p>Ada salah satu media menyebutkan bahwa mBah Marijan belum mau dievakuasi sebelum tampak adanya wedus ireng turun gunung. Biasa orang jawa sering menggunakan bahasa simbol yang susah dimengerti. Yang tersirat dari bahasa ini, bahwa mBah Marijan adalah salah satu orang yang cukup memahami bahasa alam Merapi. Yang menjadi andalan sikap mBah Marijan adalah kondisi alam nyata. Sementara itu para ahli volkanologi sudah menggunakan berbagai alat yang lebih modern dan canggih.</p>
<p>Jika benar pernyataan ini, menunjukkan bahwa sebenarnya mBah Marijan mau mengungsi jika tanda-tanda Merapi akan meletus sudah nyata. Dan di antara nyatanya tanda akan meletusnya gunug merapi itu adalah panasnya suhu di sekitar puncak, yang memaksa binatang-binatang liar turun gunung. Namun, berkaitan dengan rusaknya habitat puncak gunung, dan habisnya binatang liar di sekitar puncak, maka tanda ini tidak bisa dibaca dengan baik oleh mBah Marijan. Akibat selanjutnya, mBah Marijan terlambat dalam mengabil sikap dan akhirnya beliau meninggal diterjang wedus gembel.</p>
<p>Peristiwa ini menjadi ramai diperbincangkan oleh masyarakat. Di satu sisi ada yang menilai miring, tetapi di sisi lain ada yang menyanjung mBah Marijan setinggi langit, hingga ada yang mewacanakan untuk dianugerahi gelar sebagai pahlawan. Karena itu pula lah kami mendapatkan banyak pertanyaan seputar mBah Marijan. Dan sebagai jawabannya secara umum, kami turunkan tulisan ini, semoga memberikan wacana yang Islami.</p>
<p>Dalam menilai mBah Marijan, kami cenderung memegangi apa yang pernah diwasiatkan oleh Rasulullah saw</p>
<p style="text-align:right;">عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا الْأَمْوَاتَ فَإِنَّهُمْ قَدْ أَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا</p>
<p>Dari Aisyah ra, bahwasannya ia berkata; Rasulullah saw bersabda: ”Janganlah kamu mencaci-maki orang-orang yang telah mati, karena mereka telah sampai kepada apa yang telah mereka perbuat”. (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Secara dhahir, mBah Marijan adalah muslim. Keislamannya sanyat nyata dengan menyisihkan sebagian honornya dari membintangi iklan minuman berenergi untuk membangun masjid yang cukup  megah. Kita saja belum mampu melakukan hal seperti itu. Selain itu mBah Marijan juga diakui oleh PB NU sebagai pengurus Syuriah tingkat ranting.</p>
<p>Kalaupun mbah Marijan ikut memimpin selamatan, selama ini dikatakan memohon kepada Allah. Masalah bahwa di dalam selamatan itu potensial menyebabkan kemusyrikan, memang benar. Tetapi potensial bukan berarti telah ada. Karena itu, apakah dengan mengikuti selamatan seseorang telah menyekutukan Allah, hal ini perlu didalami lebih lanjut. Sementara ini belum ada pendalaman terhadap masalah ini.</p>
<p>Sementara itu berkaitan dengan kekukuhannya untuk tidak mengungsi pun, ada argumen logis yang bisa diterima akal, sebagaimana yang kami kemukakan di muka. Kami kemukakan versi ini, karena kami tidak ingin bersu’udhon. Karena itulah, kita boleh berharap, semoga mBah Marijan mengakhiri hayatnya dengan husnul khatimah. Salah satu tandanya, beliau meninggal dalam keadaan sedang beribadah. Meskipun memungkinkan untuk ditanyakan, ke manakah mBah marijan menghadap? Semoga saja benar-benar sujud kepada Allah. Bukan seperti lontaran liar sujud menghadap gunung merapi. Sehingga kita pun mendo’akan semoga dosa-dosanya diampuni (Allahummaghfir lahu)</p>
<p>Adapun keyakinan-keyakinan yang beredar di masyarakat tentang mitos gunung Merapi, memang sebuah keyakinan yang harus dibersihkan dari umat Islam. Tradisi-tradisi yang timbul dari kepercayaan itu juga hal yang harus dibersihkan. Namun bukan dengan caci maki secara liar, melainkan dengan dakwah bil hikmah wal mau’idhotul hasanah. Siapakah yang sudah melakukan hal ini?</p>
<p>Inilah kiranya sikap yang harus kita ambil, wallahu a’lam bish-showab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bud1prasety0.wordpress.com/498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bud1prasety0.wordpress.com/498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bud1prasety0.wordpress.com/498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bud1prasety0.wordpress.com/498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bud1prasety0.wordpress.com/498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bud1prasety0.wordpress.com/498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bud1prasety0.wordpress.com/498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bud1prasety0.wordpress.com/498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bud1prasety0.wordpress.com/498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bud1prasety0.wordpress.com/498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bud1prasety0.wordpress.com/498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bud1prasety0.wordpress.com/498/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bud1prasety0.wordpress.com/498/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bud1prasety0.wordpress.com/498/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=498&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/11/04/498/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f434e3d064e974c29cb8621ed73ef227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bud1prasety0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sumpah Dengan Selain Allah</title>
		<link>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/10/28/sumpah-dengan-selain-allah/</link>
		<comments>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/10/28/sumpah-dengan-selain-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 03:01:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Budi Prasetyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bud1prasety0.wordpress.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan kita, istilah sumpah sudah sering kita dengar. Bahkan mungkin kita pun pernah melakukan sumpah. Tetapi ada beberapa hal dalam masalah sumpah ini yang kadang tidak diperhatikan oleh umat Islam, sehingga sumpahnya mengalami kekeliruan dalam pandangan syari’at. Kekeliruan-kekeliruan itu akan bisa kita lihat setelah kita cermati tulisan ini in sya’ Allah. Sumpah adalah menyebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=494&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kehidupan kita, istilah sumpah sudah sering kita dengar. Bahkan mungkin kita pun pernah melakukan sumpah. Tetapi ada beberapa hal dalam masalah sumpah ini yang kadang tidak diperhatikan oleh umat Islam, sehingga sumpahnya mengalami kekeliruan dalam pandangan syari’at. Kekeliruan-kekeliruan itu akan bisa kita lihat setelah kita cermati tulisan ini in sya’ Allah.<span id="more-494"></span><br />
Sumpah adalah menyebut sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang untuk menguatkan suatu pernyataan dengen menggunakan kata sumpah. Dalam bahasa Arab, kata sumpah digunakan huruf ba’, ta’ atau wawu. Kata itu digabung dengan sesuatu yang dianggap penting. Jika seseorang memandang Allah sebagai sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya, maka ia akan menyebut wallahi, tallahi, atau billahi. Adapun dalam bahasa Indonesia, digunakan kata ”demi”, seperti pada kata ”demi Allah”.<br />
Tetapi tidak setiap kata demi ini bermakna sumpah, seperti pada kata, ”aku bekerja siang dan malam demi memberi nafkah anak dan isteri”. Kata demi pada kalimat tersebut maknanya adalah untuk, sehingga tidak bermakna sumpah. Demikian juga tidak bernilai sumpah, orang yang hanya mengatakan ”sumpah” saja.  Kecuali kalau dia katakan, ”sumpah demi Allah” maka kalimat itu menjadi kalimat sumpah.<br />
Islam mengajarkan bahwa sesuatu yang dianggap penting, yang boleh dijadikan sumpah itu adalah Allah. Orang yang bersumpah dengan selain Allah dipandang telah melakukan kemaksiatan. Bahkan bersumpah dengan nama nabi, dengan mengatakan “demi Rasulullah”, juga merupakan kemungkaran. Tetapi baru-baru ini ada seorang pejabat yang bersumpah dengan nabi.<br />
Abu Dawud dan at-Tirmidzi meriwayatkan dengan isnad yang shahih dari Nabi Muhammad saw, bahwasannya beliau bersabda:<br />
مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ.<br />
&#8220;Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah subhanahuwata’alla maka sungguh ia kafir atau syirik.&#8221;<br />
Ibnu Abdil Barr meriwayatkan bahwa telah terjadi ijma&#8217; akan ketidakbolehan bersumpah dengan selain Allah. Selain hadits di atas, diriwayatkan juga dalam hadits-hadits lain yang shahih tentang larangan bersumpah dengan selain Allah, seperti dalam shahihain, dari Nabi Muhammad saw:<br />
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوْا بِآبَائِكُمْ فَمَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللهِ أَوْ لِيَصْمُتْ. وفى لفظ آخر فَلاَ تَحْلِفْ إِلاَّ بِاللهِ<br />
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah swt melarang kamu bersumpah dengan nama bapak-bapak kamu, maka barangsiapa yang bersumpah maka hendaklah ia bersumpah dengan nama Allah atau diam.&#8217; Dan dalam lafazh yang lain: &#8216;Maka janganlah engkau bersumpah kecuali dengan nama Allah.&#8217; (HR al-Bukhari dan Muslim)<br />
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ حَلَفَ بِاْلأَمَانَةِ فَلَيْسَ مِنَّا<br />
Rasulullah saw bersabda, &#8220;Barangsiapa yang bersumpah dengan amanah maka ia bukan dari golongan kami.&#8221; (HR Abu Dawud)<br />
Hadits-hadits dalam bab ini sangat banyak. Wajib bagi seluruh kaum muslimin agar tidak bersumpah kecuali hanya dengan Allah swt saja, dan tidak boleh bagi seseorang bersumpah atas nama siapapun selain Allah berdasarkan hadits-hadits yang telah disebutkan di muka dan juga hadits-hadits lainnya.<br />
Memang di masyarakat kita masih ada kebiasaan bersumpah dengan selain nama Allah. Yang paling masyhur adalah bersumpah dengan kehormatan diri, sebagaimana dikatakan, “Demi kehormatanku, aku berjanji&#8230;” dan seterusnya. Ini adalah bagian dari kemaksiatan, dosa besar, dan juga kemusyrikan.<br />
Para ulama’ mengelompokkan sumpah dengan selain Allah swt ke dalam syirik kecil. Ini jika hanya berdasarkan hadits yang di riwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi di atas. Termasuk ke dalam dosa besar berdasarkan hadits Abu Dawud. Dan syirik kecil bisa menjadi syirik besar apabila di hati pelaku ada keyakinan bahwa nama yang disebut dengan sumpah berhak mendapat keagungan seperti Allah swt, atau ia bisa disembah bersama Allah swt, dan semisal yang demikian itu dari tujuan-tujuan yang kufur.<br />
Kebiasaan yang salah seperti ini wajib dihindari. Selain menghindari untuk diri sendiri, juga wajib mencegah keluarganya, teman-temannya dan orang lain dari sumpah-sumpah yang tidak menggunakan nama Allah. Hal ini didasarkan pada keumuman makna hadits:<br />
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذلِكَ أَضْعَفُ اْلإِبْمَانِ<br />
&#8220;Barangsiapa melihat kemungkaran di antara kamu maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka hendaklah dengan lisannya, maka jika ia tidak mampu maka hendaklah dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.&#8221; (HR Muslim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bud1prasety0.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bud1prasety0.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bud1prasety0.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bud1prasety0.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bud1prasety0.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bud1prasety0.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bud1prasety0.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bud1prasety0.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bud1prasety0.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bud1prasety0.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bud1prasety0.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bud1prasety0.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bud1prasety0.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bud1prasety0.wordpress.com/494/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bud1prasety0.wordpress.com&amp;blog=12545074&amp;post=494&amp;subd=bud1prasety0&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bud1prasety0.wordpress.com/2010/10/28/sumpah-dengan-selain-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f434e3d064e974c29cb8621ed73ef227?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bud1prasety0</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
