إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah
Awal bulan ini dunia kembali diguncang dengan demonstrasi anti-Israel, setelah terjadinya tragedy penyerangan terhadap kapal Mavi Marmara, salah satu kapal konvoi pembawa bantuan kemanusiaan yang berlayar menuju Ashdood. Memang, konvoi kapal ini sengaja digelar karena akses menuju gaza lewat darat akhir-akhir ini buntu. Sementara itu gaza sangat membuthkan bantuan pangan maupun obat-obatan. Karena itrulah aktivis kemanusiaan seluruh dunia, yang dikomandoi oleh IHH (Lembaga Bantuan Kemanusiaan), sebuah yayasan kemanusiaan dari turki merancang penerobosan terhadap blokade Israel.
Mulanya mereka mendapat peringatan dari serdadu Israel. Ada beberpa tentara Israel yang diterjunkan di kapal tersebut, namun serdadu itu diserang oleh para aktivis yang hanya bersenjatakan pentungan saja, bahkan akhirnya serdadu itu dilepmar ke dalam laut. Melihat aksi tersebut, helikopter yang masih membawa pasukan cukup banyak menembakkan peluru yang menewaskan setidaknya 19 orang dan melukai pupuhan orang lainnya.
Insiden ini kontan saja menuai protes besar-besaran berbagai belahan dunia. Sebab tidak lain dan tidak bukan, itu adalah pembantaian rakyat sipil yang tak bersenjata, bahkan pembantaian terhadap aktivis misi kemanusiaan. Sungguh suatu tindakan biadab luar biasa. Tetapi tidak akan biadab seperti itu kalau bukan Israel. Allah pun telah berfirman ;
وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا
Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.(al-Isra’ :4)
Bani Israel adalah anak turun nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim, Abu Yusuf ‘alaihimussalam. Nabi Ya’qub julukannya adalah Isra’il, sehingga anak turunnya disebut dengan bani Isra’il. Meskiupun mereka adalah keturunan seorang nabi, tetapi tingkah laku mereka luar biasa kurang ajar. Awalnya mereka ingin mencelakai nabi yusuf, alaihissalam. Lalu mereka banyak durhaka kepada nabi Musa ‘alaihissalam. Mereka pun durhaka kepada Nabi isa ‘alaihissalam. Bahkan juga membubuh para nabi sebagaimana disebutkan oleh Allah ;
وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ
lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi yang memang tidak dibenarkan. demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. (Al-baqarah:61.)
Karena dosa-dosa yang mereka lakukan itulah mereka dilaknat oleh Allah, juga para manusia. Bahkan Allah telah mentapkan bahwa mereka akan senantiasa melakukan kerusakan di muka bumi, sebagaimana ayat di atas. Karena itulah mereka layak mendapatkan hukuman di dunia, Firman Allah ;
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا
Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. (al-Isra’ :5)
Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang kerusakan pertama ini. Ada yang menyebutkan bahwa kerusakan yag pertama terjadi pra kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun mengingat bahwa yang dikirimkan oleh Allah adalah hamba-hamba maka penafsiran tersebut menjadi lemah. Penafsiran yang lebih baik menyatakan bahwa kerusakan pertama adalah upaya mereka memerangi nabi Muhammad. Upaya ini telah mengakibatkan Islam menghancurkan mereka. Nabi Muhammad saw dengan pasukan yang sanagat kuat berhasil menghancurkan mereka, merajalela di kampung-kampung mereka. Dan selang beberapa saat, berhasil memasuki Baitul Muqaddas, atau masjid al-Aqsho.
Setelah mereka dihancurkan oleh paskan nabi Muhammad saw, mereka bercerai berai. Dan persatuan mereka semakin kacau di bawah pemerintahan Umar bin Khaththab. Mereka berpencar di seluruh dunia. Hingga akhirnya tahun 1948, bulan Mei tanggal 15, mereka kembali mendarat di bunmi Palestina dengan didukung oleh tentara Inggris dan Amerika. Mereka kembali menguasai sebagian palestina, dan semakin hari semakin luas. Benarlah yang dijanjikan oleh Allah swt
ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا () إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, (al-Isra’ :6-7)
Kembalinya bani Israel berkumpul di bumi Palestina sesungguhnya adalah suatu nikmat. Sayang, mereka adalah kaum yang tidak terbiasa berterima kasih dan bersyukur. Mereka justru membuat kerusakan yang lebih dahsyat lagi. Tentu masih segar dalam ingatan kita, bagaimana ribuan kaum tak berdosa mereka bombardir dengan bom fosfor di awal tahun yang lalu.
Termasuk peristiwa terakhir, pembantaian terhadap aktivis kemanusiaan di atas kapal Mavi Marmara adalah salah satu bentuk kekejaman fisik bani Israil ini.
Tetapi sesungguhnya itu semua belum ada apa-apanya, bahkan mereka telah merancang sebuah rencana jahat untuk menguasai dunia dengan segala cara. Mereka anggap manusia di dunia ini adalah manusia kelas dua. Mereka lah yang dinilai sebagai manusia sejati. Sehingga mereka halalkan segala tindakan untuk menguasai dunia ini, di antaranya adalah dengan merusak kehormatan manusia, merusak perekonomian bangsa-bangsa, mengacaukan informasi, menciptakan berbagai perselisihan dan lain-lainnya.

Jama’ah Jum’ah arsyadakumullah
Jika kita menyadari betapa busuknya rencana zionis Israel ini, kita akan semakin yakin bahwa ketaatan dalam sebagian hal kepada kaum pewaris sifat babi dan kera ini akan menjadi salah satu sebab kemurtadan sebagaimana firman Allah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. (Ali Imran:100)
Berpijak kepada ayat-ayat di atas, maka sesungguhnya tidak cukup kita melakukan demonstrasi anti Yahudi. Diadakan demonstrasi atau tidak, bagi yahudi sama saja. Sebab di balik semua aksi ini masih ada backing yang kuat, yaitu Amerika Serikat dan antek-anteknya. Karena itulah demontrasi-demonstrasi ini hanya akan diacuhkan saja oleh bangsa pewaris sifat babi dan kera tersebut. Bahkan bisa jadi mereka akan mencibir para pendemo, sebab di satu sisi terlihat berdemonstrasi tetapi di sisi lain mereka sesungguhnya telah dijerat dengan budaya dan gaya hidup yahudi.
Sebagai gambaran, yahudi memiliki perusahaan-perusahaan donor yang sangat kuat dan terkenal. Konsumen terbesar perusahaan ini juga kaum muslimin. Bagaimanakah jika ada orang berdemonstrasi tetapi di saat yang sama mereka mengkonsumsi produk anak perusahaan yahudi?
Bagaimana pula halnya orang berdemo yang katanya anti yahudi tetapi mereka hidup mengikuti style Yahudi.
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Kalian sungguh-sungguh akan mengikuti jalan orang2 sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai seandai mereka masuk ke lubang dhabb1 niscaya kalian akan masuk pula ke dalamnya. Kami tanyakan: “Wahai Rasulullah apakah mereka yg dimaksud itu adl Yahudi dan Nashrani?” Beliau berkata: “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (al-Bukhari dan Muslim)

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah
Bukannya demonstrasi anti bani Israel ini tidak perlu. Demontstrasi ini masih diperlukan dalam rangka mensupport perjuangan bangsa Palestina dan menekan Israel secara Politis. Tetapi ada satu hal yang tak boleh dilupakan, misi yahudi untuk menguasai dunia ini harus dilawan secara nyata. Caranya adalah dengan memutuskan segala program dan rencana mereka. Umat Islam harus kembali kepada ajaran Islam, dan pantang mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa lain. Segala bentuk pemikiran, gaya hidup, bahkan produk-produk perusahaan yahudi harus diboikot. Ini membutuhkan kesadaran kita. Membutuhkan perjuangan kita. Karena pada umumnya produk Yahudi, baik pemikiran maupun gaya hidup tu tampak indah, meskipun sesungguhnya menyesatkan.
Justru di sinilah, kaum muslimin rahimakumullah, nilai perjuangan kita. Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk mengindari jerat-jerat bangsa terlaknat. Dan semoga Allah membimbing kita untuk meniti shirathal mustaqim
بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتُهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ.

KHUTBAH KEDUA :

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
قَالَ الله تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:
Jama’ah Jum’ah rahimakumullah.
Meskipun yahudi diback up oleh kekuatan supeer power dunia saat ini, bukan berarti tidak ada celah untuk mengalahkan mereka. Kita sebagai umat Islam tidak boleh silau dan menyerah kalah kepada supremasi yahudi dan anteknya. Umat Islam harus yakin akan penegasan Allah bahwa akan ada kekuatan yang akan mengalahkan mereka, sebagaimana firmanNya
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا
dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (al-Isra’:7)
Jika hari ini yahudi masih menyombongkan diri dan merasa menang, suati saat wajah mereka akan berubah menjadi suram karena kalah. Namun hal ini bukan hanya ditunggu, melainkan harus diperjuangkan. Telah masyhur firman Allah
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan (ar-Ra’d:11)

Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah
Marilah kita berusaha mempersiapkan diri kita menjadi generasi yang semoga dipilih oleh Allah untuk mengalahkan Yahudi ini. Jika kita tidak mau mempersiapkan diri, tetapi justru sebaliknya mengikuti langkah-langkah yahudi, maka pasti akan ada kaum lain yang mempersiapkan diri. Allah berfirman;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui. (al-maaidah:54)
Di dalam ayat ini disebutkan empat sifat generasi yang dipilih oleh Allah untuk diberi kemenangan, yaitu;
1- Mereka mencintai Allah, dan Allah pun mencintai mereka
2- Mereka bersikap lemah lebut terhadap sesame kaum msulimin, tidak sombong dan merasa benar sendiri.
3- Mereka keras terhadap kekafiran. Bukannya justru minder di hadapan orang-orang kafir
4- Mereka selalu berjihad di jalan Allah, tidak takut dengan segala macam celaan. Meskipun dituduh teroris, ekstrimis atau sederet tuduhan buruk lainnya, mereka tidak peduli, karena yakin bahwa jalan itulah yang akan menghantarkannya menuju kejayaan.

Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah
Yang harus kita catat, bahwa generasi itu pasti akan muncul. Kepastian ini telah ditetapkan di dalam al-Qur’an. Kalamullah yang tidak ada keraguan di dalamnya (laa raiba fiih). Persoalannya sekarang, apakah kita termasuk di dalamnya atau kita justru terbuang dari kumpulan generasi tersebut. Amat disayangkan kalau ada kesempata untuk menjadi generasi yang dipilih Allah ini tetapi kita sia-siakan. Maka dari itu marilah nkita tempa diri kita, semoga dipilih oleh Allah menjadi generasi yang akan diberi karunia kemenangan di dunia dan akhirat.
Allah subhanahu wata’ala berfirman;
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
اللهم ﺇنا نجعلك في نحور أعدائنا ونعوذ بك من شرورهم اللهم بدد شملهم وفرق جمعهم وستت كلمتهم وزلزل أقدامهم وسلط عليهم كلبا من كلابك يا قهار يا جبار يا منتقم ياالله ياالله ياالله اللهم يا منزل الكتاب و مجري السحاب ويا هازم الاحزاب ﺇهزمهم ﺇهزمهم ﺇهزمه وانصرنا عليهم
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ