Zinad Syuja’, seorang dari Saudi menulis di dalam forum “Ana Muslim”, sebuah forum berbahasa Arab, pada tanggal 16 Agustus 2008, sebuah pengalaman yang unik. Dia mengadakan pengamatan terhadap pengaruh bacaan al-Qur’an dan dzikir pada bunga. Bacaan al-Qur’an ini dikomparasikan dengan kata-kata yang kotor dan tak bermakna pada bunga yang lain lagi. Apa hasilnya silakan simak.
Berikut kami terjemahkan pengalaman tersebut apa adanya, dan jika Anda pengen membaca versi Arabnya, silakan klik di sini

Segala puji bagi Allah dan Shalawat dan Salam senoga dilimpahkan kepada hamba yang paling mulia, yakni Nabi Muhammad. Dan selanjutnya:

Pada Sabtu , tanggal 1 Ramadlan 1429, aku memutuskan untuk menguji dampak dari bacaan al-Quran, dzikir kepada Allah dan kata-kata yang baik terhadap bunga. Untuk itulah aku letakkan dua bunga yang sama di dalam botol air. Lalu kedua bunga itu aku letakkan di dalam ruangan kerjaku, di Nadi taandahah ash-Shaifi (Arab Saudi Selatan).

Pada botol pertama aku tuliskan “Kirim pesan positif terhadap bunga ini”. Dan pada botol kedua aku tuliskan “Kirim pesan negatif pada bunga ini”. Lalu aku meminta kepada  orang-orang yang bekerja di kantor kami untuk menyebut nama Allah, membacakan ayat-ayat Al-Quran pada bunga pertama. Selain itu juga saya minta untuk mengatakan, “Subhanallah, alangkah indahnya bunga ini!”. Mereka pun memenuhi permintaan saya dengan mengemukakan kata-kata baik dan sopan kepada bunga pertama, bunga positif. Adapun saya sendiri telah membaca surat al-Fatihah, ayat al-Kursi, Surat al-Ikhlas, dzikir sore dan lain-lainnya kepada bunga itu selama beberapa hari. Adapun kepada bunga kedua, aku meminta mereka untuk juga mengatakan kata-kata negatif seperti: perang, kafr .. sihir, iri, dengki, zina, Yahudi Kristen dan lain-lainnya.

Hal itu terus menerus dilakukan hingga hari Rabu, tanggal 5 Ramadlan. Setelah itu kami tinggalkan bunga tersebut hingga satu pekan. Pada hari Rabu berikutnya, tanggal 12 Ramadlan 1429, aku pergi ke kantor karaena ada suatu keperluan. Dan ketika memasuki ruang kerjaku, betapa kagetnya aku, ternyata bunga positif masih hidup dan tampak segar. Sementara itu bunga negatif sudah mati dan kekeringan.

Maha suci Allah, Dzat yang menghidupkan hati dengan mengingatNya;

Foto Bunga  positif (kiri) dan bunga negatif (kanan) pada awal percobaan

Setelah beberapa hari ditinggalkan, berikut ini perbedaan kedua bunga tersebut;

Inilah gambar kedua bunga dilihat dari atas;

Bunga positif dari atas masih tampak hidup, sedangkan bunga negatif sudah mati dan kering

Air yang menjadi medium bunga positif masih jernih, sedangkan air pada bunga negative tampak keruh dan bau busuk

Perhatikan keadaan air dilihat dari arah belakang, bunga positif tetap jernih, sedangkan bunga negatif airnya menjadi keruh..

Dari pengamatan ini, ada beberapa faidah yang kami tegaskan

  1. Bahwa air terpengaruh oleh apa yang terjadi di sekitarnya; apakah yang terjadi itu kata-kata baik atau buruk ataupun orang yang berjiwa mutma’innah atau kotor.
  2. Firman Allah dan dzikir kepadaNya termasuk salah satu sumber kehidupan yang terbesar.
  3. Darah manusia, seperti diketahui, mengandung air lebih dari 70%. Jadi, kata-kata yang baik akan menambah kecerahan dan kesegarannya sedangkan kata-kata buruk akan menambah gelapnya dan kekotorannya..
  4. Bayangkan bahwa anak Anda salah satu dari kedua bunga atersebut, kata-kata apa kah yang ia terima dari Anda?
  5. Bagaimana Nabi saw menghadapi berbagai kondisi negatif? Beliau menghadapinya dengan sholat, doa, qiyamullail, banyak zikir, membaca Al-Qur’an dan berbagai ibadah lainnya.
  6. Nasihat: Tinggalkan berbagai tontonan buruk dari televisi dan surat kabar, dan hendaklah Anda kembali kepada kitabullah, dan tontonan yang baik, maka Anda akan menerima berita yang penting!
  7. Rumah Anda adalah bunga, di dalamnya Anda tinggal. Lalu apakah yang menghiasi di dalam rumah ini? Dzikir, bacaan al-Quran atau lagu-lagu dan suara setan?
  8. Hati anda adalah bunga, dengan apakah Anda menghidupkannya?!

Bagaimana kesan Anda?

Saya ingin memberi catatan bagi para pembaca semua. Janganlah terburu-buru untuk membenarkan dan menolak tulisan semacam ini. Saya sendiri tidak menolak hasil ini, tetapi saya juga belum sepenuhnya yakin. Sebab al-Qur’an itu untuk menghidupkan hati, sebagaimana firman Allah.

Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman”. (Fushilat: 44).

Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (Al-Isro’: 82)

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah -lah hati menjadi tenteram. (Al-Ra’du: 28).

Penelitian ini tidak mencantumkan siapa nama penelitinya. Adapun nama di forum internet bukanlah nama yang bisa dikonfirmasi. banyak orang bergabung di forum-forum internet dengan data diri yang palsu.

Selain itu foto sebelum diadakannya penelitian juga tidak pernah menyandingkan kedua bunga tersebut. Dan yang lebih penting lagi, sebuah penelitian mestinya dilakukan pengamatan dari hari ke hari, perkembangannya bagaimana dicatat.

Saya pun khawatir, kalau nanti ada orang kristen yang melakukan hal serupa, bagaimana. Dengan membacakan ayat-ayat injil lalu mengklaim hasil serupa pula. Apakah ini akan berarti ayat injil sekarang ini memiliki nilai kebenaran?

Islam benar bukan karena penelitian ini. Al-Qur’an mukjizat bhukan karena pengaruhnya terhadap bunga. Kita mengimani kebenaran Islam dan al-Qur’an bukan karena penelitian ilmiah. Penelitian jika memang benar ilmiah, tentu akan semakin meyakinkan keimanan kita. Tetapi tanpa adanya penelitian ilmiah pun kita harus tetap yakin bahwa al-Qur’an saja lah kitab yanng benar. Dia akan menghidupkan hati manusia yang mau membaca, mempelajari, mengamalkan isinya dan mengajarkannya kepada seluruh umat manusia.

Tetapi ada baiknya tulisan ini dibaca, kalau mau mengadakan percobaan sendiri silakan…. hasilnya boleh share dengan saya… barakallahu fikum wa Jazakumullahu khoiran katsiran