Hari Selasa (20/7/2010) siang PPMI Assalaam mendapatkan tamu yang menyatakan hendak masuk Islam. Tamu itu adalah seorang pemuda Budha keturunan Thailand yang menetap di Batam. Pemuda berusia 24 tahun tersebut bernama Andriansen yang kemudian disesuaikan dengan bahasa Indonesia menjadi Andrianto. Saat ini Andrianto tercatatat sebagai mahasiswa salah satu universitas swasta di Yogyakarta.

Adalah wajar jika seorang pemeluk agama berusaha untuk mengenali tuhannya. Keinginan untuk mengenal Tuhannya secara jelas inilah yang mendorong melakukan berbagai lawatan, menemui guru-guru Budha. Setiap pertanyaan sampai kepada hakekat Tuhan, para guru biasa merekomendasikan agar bertanya kepada guru yang lebih tinggi. Hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang Bhiksu tertinggi di Ciang May, Thailand. Hanya saja, di sana ia mendapatkan jawaban, bahwa untuk bisa mengenal budha dalam arti yang hakiki, ia harus menempuh dua tingkat. Sementara satu tingkat saja bisa membutuhkan waktu pulluhan tahun.

Mendengar penjelasan ini, putuslah harapan Andri untuk bisa mengenal tuhannya. Di tengah keterombang-ambingan itulah ia bertemu seorang muslimah yang memberikan tawaran agama baru, yaitu Islam. Muslimah yang di Batam itu hanya sempat mengajarkan dua kalimah syahadat, tanpa menjelaskan apa maknanya. Hanya itulah yang sempat ia dapatkan, karena Andri keburu pergi ke Jogja untuk menuntut ilmu. Namun perkenalan dengan dua kalimah syahadat itu sudah membuat Andri penasaran.

Sesampai di Jogja ia bertemu banyak muslim, baik kawan kuliah, maupun kawan-kawan kos. Kepada orang-orang islam yang dia kenal ia bertanya tentang syahadat. Syahadat yang berarti, “Aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah” itu bagaimana akan dipersaksikan sementara ia tidak pernah melihat Allah.

Pertanyaan ini memang cukup menggelitik, sehingga tidak mudah dijawab oleh para pemuda kawan-kawannya. Hingga akhirnya kawan-kawannya mengajaknya menemui Joe (Ahmad Jukardi), alumni PPMI Assalaam tahun 2000. Dari Joe inilah, Andri mendapatkan jawaban yang memuaskan, hingga ia bersedia dengan suka rela memasuki agama Islam.

Setelah memantapkan niat untuk mengucapkan kalimah syahadat sebagai tanda memasuki agama Islam, Jukardi membawa Andri ke Assalaam Dan akhirnya Andri pun mengucapkan dua kalimah syahadat dimbing oleh Ustadz Budi Prasetyo di hadapan seluruh santri yang tak kurang dari 2000 orang. Usai prosesi pengucapan syahadat, para santri yang berjumlah 2000 orang menggemakan takbir, dan selanjutnya memberikan ucapan selamat kepada Andri yang selanjutnya bernama Ahmad Nuruddin.

Selamat, semoga istiqomah mempertahankan Islam hingga akhir hayat…