Ketika berbicara tentang sahur, yang terbayang di benak kita adalah makan di malam hari sebelum waktu subuh. Sejatinya, sahur bukanlah makan pada saat dini hari. Sahur sesungguhnya adalah nama waktu dini hari tersebut, yaitu 1/3 malam terakhir. Adapun makan kita di waktu dini hari dinamakan dengan sahur, karena aktifitas makan dilaksanakan pada waktu sahur.

Keutamaan Waktu Sahur

Waktu sahur adalah sebuah moment yang amat penting bagi hamba untuk berjumpa Allah Sang Pencipta. Sebab waktu sahur itu, Allah swt turun ke langit dunia untuk berjumpa hamba-Nya. Telah disebutkan di dalam sebuah hadits qudsi;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Dari Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Rabb kita Yang Maha Suci lagi Maha Luhur setiap malam turun ke langit dunia ketika malam tinggal sepertiga terakhir. Dia berfirman: Barang siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan kabulkan do’anya. Barangsiapa yang memohon kepadaKu, maka akan Aku kabulkan permohonannya. Dan barang siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya  (HR. Bukhari dan Muslim)

Amaliyah Sahur

Alangkah dahsyatnya nilai sahur. Dan alangkah ruginya jika kita tidak bisa memanfaatkan waktu sahur dengan optimal. Lalu bagaimanakah agar kita bisa mengoptimalkan amal di waktu sahur.

Berkaitan dengan bulan ramadlan, amaliyah yang dianjurkan saat sahur adalah:

1) Qiyamul lail

Tetapi bagi yang sudah melaksanakan qiyamullail di awal malam, tidak perlu menambah lagi, sebab rasulullah tidak pernah melakukan qiyamullail lebih dari 11 rekaat, baik di bulan Ramadlan maupun di luar bulan ramadlan.

مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

Rasulullah saw tidak pernah menambah, baik di bulan Ramadlan maupun di luar ramadlan, dari sebelas rekaat. (HR al-Bukhari dan Muslim)

2) Memperbanyak doa kepada Allah dengan khusyuk dan penuh harap

3) Istighfar atau memohon ampunan Allah

4) Membaca Al-Quran

5) Makan sahur dengan waktu menjelang terbitnya fajar karena itulah saat terbaik menurut sunnah Rasulullah saw.

عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَ

Dari Anas bin Malik ra, bahwasannya ia berkata; rasulullah saw bersabda; bersahurlah kalian, karena sesunguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah (al-Bukhari dan Muslim)

Kekeliruan Umat

Banyak kekeliruan yang dilakukan umat Islam pada waktu sahur. Di antara kekeliruan itu adalah;

1- Kekeliruan yang umum terjadi di kalangan umat Islam, adalah tidak memanfaatkan kesempatan istimewa ini dengan proporsional. Banyak yang malas melakukan ibadah di saat itu. Kalau pun waktu sahur ia bangun hanya digunakan untuk makan sahur saja.

2- Untuk masa kini, dimana televisi tayang hingga 24 jam sehari. Dan ketika sahur pun TV memberikan suguhan acara yang ”menarik”. Banyak kaum muslimin yang memilih menantikan dan menghabiskan makan sahur sambil menonton acara TV.

3- Banyak umat Islam yang terkecoh dengan kebiasaan orang meneriakkan imsaak. Ketika teriakan itu telah bergema di keheningan malam, maka banyak di antara orang muslim yang kemudian takut untuk makan. Padahal Allah masih mengijinkan makan dan minum, sebagaimana firmanNya;

Makan dan minumlah sehingga tampak benang putih dari benang hitam, dari fajar (al-Baqarah:187)