Ketika membaca di salah satu forum berbahasa Arab, saya menemukan sebuah tulisan yang menarik. Namun aneh, karena ternyata Ali bin Abi Thalib telah mengetahui kondisi Brasil, dan menjelaskan kondisi negeri itu dengan sangat akurat. Kemiskinannya, dan juga keungulannya dalam bidang sepak bola.

Teks riwayat itu adalah sebagai berikut

قال أمير المؤمنين ( ع ) في مخطوطة قديمة أسماها الجفر :

Amirul Mukminin (‘alaihissalam) di dalam sebuah naskah kuno yang dinamakan dengan al-Jafr al-A’dham, ia mengatakan:

ولا غالب لأمرالله عند قوم لهم نهر عظيم اسمه أمزون يدعون للحق فيها مغاليس ،

Dan tidak ada yang bisa mengalahkan urusan Allah pada suatu kaum yang memiliki sungai besar yang bernama Amazon, mereka mengajak kepada kebenaran yang di dalamnya adalah maghalis

والظلم يفتن دهراً، ينشر في أرضهم فقراً ، ولا يعلو لهم اسم الا في اللعبة السارحة ، يمرح رجالها خلف مثل أضعاف بيضة نعامة ، كرة من جلود ينصبون لأجلها الرايات ويعزفون المعزف ويرقصون رقص الأحباش ….. )

Ketidakadilan (kedzaliman) selalu menimpa (negeri itu) sepanjang tahun. Kemiskinan tersebar di negeri mereka. Dan tidak ada yang meninggikan nama mereka melainkan di dalam permainan yang berumput. Kaum lelakinya senang berada di belakang semacam cangkang telur burung onta. Bola yang terbuat dari kulit. Untuk keperluan permainan itulah mereka menegakkan bendera-bendera, mereka mainkan seruling, mereka menarikan tarian ayam kalkun….

Muhammad Isa bin Dawud, menjelaskan kata-kata yang dinisbahkan kepada Ali tersebut;

Brazil identik dengan kata Amazon, yang merupakan salah satu sungai terbesar di dunia. Tetapi saya tidak tahu apa maksud dari kata “maghalis” …..

Selanjutnya beliau menyebutkan bola yang digunakan untuk sepak bola dengan istilah telur burung onta, sebab telur ini memiliki bentuk yang mirip dengan bola. Selain itu juga telah disebutkan oleh beliau bahwa bola yang digunakan untuk bermain sepak bola saat terbuat dari kulit

Tulisan itu terdapat di dalam sebuah kitab yang disusun oleh seorang Syi’ah, Sayyid Ali Asyur, dengan judul Madza Qaala ‘Ali ‘an Aakhiriz-Zaman (Apa Kata Ali tentang Akhir Zaman), cetakan Mu’assasah at-Tarikh al-’Arabi, tahun 2008, halaman 399.

Konon buku itu adalah suntingan dari buku tulisan Ali bin Abi Thalib yang berjudul al-Jafr al-A’dham. Tentang keorisinilan buku tersebut dalam penisbatan kepada Ali, saya tidak tahu. Sebab kaum syi’ah Rafidlah memang sering kali memalsukan riwayat. Dan bisa jadi buku ini diadakan untuk mengesahkan konsep kemahdian yang mereka yakini. Tetapi bagi yang ingin mempelajari buku tersebut dapat mendownload dari alamat di bawah dengan ukuran file 12,499 KB

http://www.4shared.com/document/3cita7cT/______-___.html